Neuroplanologi - Bahagia Untuk Menjadi Kuat

Kota Bahagia adalah Kota yang mampu memberikan kebahagiaan bagi warganya. Saya ingin memulainya dari defenisi yang sederhana tentang Kota Bahagia, sesederhana yang saya pikirkan tentang jalan kebahagiaan.

Urbanisasi dan Masyarakat Kota

Urbanisasi muncul karena ada kebutuhan, begitupun dengan kota sebagai sebuah peradaban. Kota lahir karena kebutuhan, bukan secara alamiah, melainkan dibentuk dengan sengaja oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya.

Neuroplanologi - Jalan Menuju Kota Bahagia / Happy City

Mungkin sudah saatnya sebuah pendekatan baru lahir, dengan memadukan disiplin Planologi dan Neurosains untuk mewujudkan sebuah kota yang bahagia. Dengan kajian yang lebih fokus membahas sebuah perencanaan yang lebih memberikan pengaruh terhadap saraf otak dan membuat manusia lebih bahagia. Semoga tak terlalu dini, saya ingin menyebutnya sebagai NEURO PLANOLOGI.

Silverqueen - Berhenti Menangis

Selalu ada kisah haru pada malam-malam disaat musim hujan yang pernah kita lalui bersama. Kau disana, dan aku disini, hanya kita berdua. Belum cukup setahun kita kenalan, tapi rasanya sudah bertahun-tahun kita berteman. Sangat akrab, dan kau selalu saja buatku rindu.

Pak Udin, Penjaga Tradisi Suku Bajo Mola di Wakatobi

Pak Udin merupakan seorang Suku Bajo yang berasal dari Mola, pemukiman suku bajo terbesar didunia yang berada di Pulau Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi. Layaknya suku bajo yang selalu dikatakan dalam berbagai literatur, pak udin sangat menggantungkan hidupnya pada laut.

Rabu, 10 Juli 2019

Kelor dan Solusi Masalah Ekonomi Kab. Muna


Kelor memiliki sejarah panjang di Tanah Muna. Tanaman ini seringkali dibuat sayur dengan campuran beberapa daun sayur lainnya. Namun, sampai sekarang tidak banyak masyarakat Muna yang tau, kalau kelor ternyata mempunyai nilai jual yang tinggi.

***
Di Muna, tiada yang istimewa dari tanaman kelor. Daunnya berwarna hijau, berbentuk oval seukuran kuku jempol. Pohonnya dapat mencapai 7-11 meter, ketika dibiarkan tumbuh terus menerus. Tanaman ini merupakan bahan pokok dalam membuat sayur bening, atau sayur katembe dalam bahasa muna.

Belum ada cerita maupun kisah, yang mengatakan dengan jelas, mulai kapan orang muna mengkonsumsi daun kelor. Atau bagaimana awal mulanya tanaman kelor bisa sampai ke Muna, lewat apa dan dibawa oleh siapa. Semua masih misteri, tapi manfaatnya sudah dirasakan sejak dulu. 

Daun kelor adalah bahan wajib dalam membuat sayur bening. Konon tanaman ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Karenanya, para orang-orang tua di Muna akan selalu merasa kurang apabila  makan sayur bening tanpa kelor. Bahkan ada yang merasa tak enak makan, apabila tak ada sayur bening dengan daun kelor sebagai bahan utamanya.

Meskipun disadari memiliki banyak manfaat, sampai saat ini oleh sebagian besar orang muna, kelor dianggap masih belum memiliki nilai jual tinggi. Hanya diperjual belikan sebagai bahan membuat sayur, dengan harga Rp.2000 tiap ikatnya. Yang mana tiap ikat berisikan 5-8 tangkai daun kelor segar yang belum tua.

***
Dalam beberapa tahun terakhir, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau NTT sangat gencar membudidayakan tanaman kelor. Bahkan saat ini, kelor NTT mendapat predikat sebagai daun kelor dengan kualitas terbaik didunia. Dengan predikat itu, membuat daun kelor asal Nusa Tenggara Timur selalu diburu pembeli dari mancanegara. Dan saat ini, NTT kebanjiran pesanan daun kelor kering dalam berbagai bentuk, dan mereka masih kesulitan memenuhi permintaan pasar yang terlalu tinggi.

Pemerintah NTT sangat serius membuat masyarakatnya supaya mengkonsumsi kelor, selain dibudidayakan untuk tujuan ekspor. Revolusi Hijau pun dicanangkan, sebagai program unggulan pengembangan kelor secara besar-besaran oleh pemerintah yang melibatkan masyarakat diseluruh lapisan. Sang Gubernur Viktor Laiskodat sebagai pioner gerakan ini, pada akhir tahun 2018 lalu, menargetkan penanaman 50 juta pohon kelor sampai 5 tahun yang akan datang.

Pengembangan kelor NTT telah menggunakan sistem cluster, yaitu cluster biji dan cluster daun. Cluster daun  dikembangkan secara khusus untuk panen daun sesuai kebutuhan industri,  sedangkan cluster biji  dilakukan dalam rangka  panen biji untuk kebutuhan industri, dan panen daun segarnya  untuk kebutuhan pangan serta gizi keluarga. Cluster biji dikembangkan dengan sistem Alley Cropping  atau tanaman lorong, dengan  jarak tanam 10 m x 10 m  dan  populasi 100 pohon/ha. 

Saat ini tanaman kelor menjadi salah satu komoditi unggulan Provinsi NTT, bukan saja bernilai ekonomi tinggi, tapi digunakan untuk mengatasi masalah kekerdilan. Pegembangannya terus dilakukan demi mendapatkan produk kelor yang berkualitas tinggi. Selain itu, dalam upaya memperkenalkan kelor serta manfaatnya pada seluruh masyarakat NTT dan Indonesia, pada Ulang Tahun ke-60, Provinsi NTT menunjuk Band Legendaris SLANK sebagai duta pohon kelor.

***
Bagaimana dengan Muna?. Selama beberapa tahun terakhir, Kabupaten Muna masih berkutat pada persoalan anggaran yang katanya tidak cukup. Pembangunan daerah belum menunjukan sektor mana yang seharusnya menjadi prioritas untuk dikembangkan. Mungkinkah Muna akan mengikuti NTT dan menjadikan kelor sebagai salah satu komoditi unggulan perkebunan?.

Di jawa kelor sangat akrab dengan ritual kematian, yang digunakan untuk memandikan mayat. Sedangkan di Muna kelor sudah sejak lama menjadi makanan pokok pendamping nasi dan ikan. Orang Muna sudah lebih dulu mengkonsumsi daun kelor, jauh sebelum orang jawa mulai menganggap daun kelor dapat digunakan sebagai campuran sayur untuk dimakan. Beberapa orang muna yang pergi melanjutkan pendidikan di Jawa atau yang telah menetap di Jawa, memiliki pengalaman unik tentang kelor.

Banyak orang jawa terheran-heran, karena melihat orang muna memasak sayur menggunakan daun kelor. Ketika melihatpun masih tak percaya, kok bisa makan sayur bening hanya dengan daun kelor dicampur bayam, kacang panjang dan daun kemangi dengan garam secukupnya. Sampai setelah mereka meminum airnya pun masih tak dapat percaya, kenapa daun kelor dengan campuran seadanya dan sedikit garam bisa punya cita rasa enak dan menyegarkan. Itulah kelor, tanaman dengan banyak manfaat yang akan terasa sangat menyegarkan ketika dimasak menjadi sayur bening.

Bukan rahasia lagi bahwa kelor merupakan tumbuhan dengan banyak manfaat dan kandungan gizi serta vitamin didalamnya. Hal ini yang membuatnya sangat dibutuhkan dan kerap digunakan sebagai bahan baku obat-obatan. Selain untuk obat-obatan, olahan daun kelor telah dimanfaatkan untuk aneka bahan makanan. Beberapa produk daun kelor yang mulai dipasarkan dalam negri adalah tepung puding, ice cream, teh kelor, coklat kelor, bakso kelor, kerupuk kelor, dan berbagai cemilan lainnya. Diluar negri daun kelor dimanfaatkan sebagai bahan baku membuat bubur, pasta, roti, minuman smothie, dan aneka makanan lainnya.

Kini harga jual daun kelor mulai naik dan sangat beragam, mulai dari daun kelor yang masih basah, yang sudah kering ataupun yang sudah dihaluskan menjadi bubuk atau serbuk. Penjualannya pun sudah mulai ramai di internet dengan beragam ukuran, jenis dan harga yang telah dikemas.

Potensi ekspor kelor Indonesia sangat menjanjikan di pasar internasional, karena permintaan akan kelor dunia sangat tinggi dalam beberapa tahun terakhir. India merupakan pemasok 80% kebutuhan kelor dunia pada saat ini, akan tetap kualitas kelor asal Indonesia masih lebih baik daripada India. Tentu saja hal ini wajib diperhatikan apabila ingin masuk dan bersaing dalam pasar kelor dunia. 

Bagi Kabupaten Muna, yang masih memiliki lahan kosong sangat luas dan tanah yang membuat tanaman kelor sangat mudah tumbuh subur, memiliki peluang besar untuk mendorong sektor perkebunan mengambil peran lebih besar dalam memenuhi permintaan akan kelor yang sangat tinggi. Selain jagung kuning, agaknya tanaman kelor wajib mendapat perhatian sangat besar. Langkah NTT yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam menanam kelor, kiranya dapat dijadikan referensi untuk membuat kebijakan yang lebih baik. 

Sudah saatnya muna menjadikan kelor sebagai tanaman khusus, yang wajib dimiliki setiap rumah dalam Kota Raha. Untuk Kesehatan dan Pendidikan, mungkin acara "Sonde Kadada" setiap Jumat atau Sabtu perlu diwajibkan mulai saat ini. Bukan hanya bagi anak sekolah, tapi bagi seluruh masyarakat Kabupaten Muna, dan Pemerintah Daerah beserta seluruh jajarannya harus menjadi contoh untuk itu. Mungkin itu bentuk penghargaan orang muna pada kelor, yang sudah sejak lama melindungi Muna dari gizi buruk dan penyakit keras hanya dari pekarangan rumah.

Minggu, 07 Juli 2019

Politik Setan dan Politik Kenabian

Pemilihan kepala daerah hanya tinggal menunggu waktu, dan Kabupaten Muna akan turut serta dalam pesta demokrasi yang akan diadakan serentak diseluruh Indonesia. Waktu yang tersisa hanya tinggal setahun dan beberapa bulan saja. Tapi tensinya sudah mulai memanas hingga kedunia maya, dan Facebook merupakan salah satu arena pertempuran para pendukung calon.
.
Digrup-grup facebook orang muna sangat ramai, hampir setiap hari postingan dukungan untuk salah satu calon dikirim. Beragam komentar kemudian muncul sebagai balasan, dan tak jarang ditulis dengan kata kasar disertai kalimat-kalimat sindiran untuk memprovokasi. Mereka saling memprovokasi,  dan itu dilakukan dengan akun palsu maupun dengan menggunakan akun asli. Sampai akhirnya perang komentar pun terjadi.
.
Untuk sesaat saya coba merenung, kenapa perilaku kasar dan saling memaki antar sesama putra daerah terjadi. Sedangkan budaya dan ajaran leluhur banyak mengajarkan tata krama, sopan santun dan saling menghargai. Apakah politik sekejam itu?, merubah karakter seseorang yang semula baik dan penuh kelembutan, kemudian menjadi kasar dan suka memaki. Apakah Tiada kebaikan dalam politik?.
.
Ingatan saya tiba-tiba tertuju pada sosok Ruhullah Khomeini, seorang tokoh politik dibalik suksesnya revolusi iran tahun 1979. Dia merupakan tokoh yang menciptakan gelombang revolusi terbesar abad 20, yang mampu melibatkan seluruh lapisan masyarakat kala itu. Dia satu-satunya tokoh agama yang berhasil mendirikan negara, dengan konsep politik yang jauh berbeda dengan kebanyakan tokoh politik barat dimasa lalu.
.
Dalam memaknai politik, Khomeini tidak memandangnya sebagai ilmu kekuasaan atau semacam alat mengeksploitasi orang-orang dengan tujuan supaya mereka tunduk pada penguasa tertentu. Karenanya dia membuat kategori pada politik dan membaginya menjadi 2 bagian, yaitu politik Setan dan politik Kenabian.
.
Setan merupakan sifat buruk yang dapat melekat pada manusia. Sifat ini tidak permanen, kadang muncul dan kadang tidak, tergantung pada situasi. Sifat buruk dapat berupa sifat pemarah, pembenci, suka memprovokasi dan gemar mengeluarkan kata-kata kasar. Pada momen-momen politik, banyak sifat-sifat tersebut tiba-tiba muncul, bahkan pada orang yang semula baik hati tiba-tiba suka mencaci maki.
.
Marah merupakan hal yang manusiawi, tapi ketika kadarnya mulai berlebihan dan mudah terpancing pada hal-hal kecil, mungkin saat itulah sifat setan muncul. Politik setan dapat dimaknai sebuah politik yang mengarahkan masyarakat untuk mudah marah dan suka membenci. Marah dan benci dapat merusak mental, karenanya seseorang akan gampang memutuskan hubungan sosial dengan yang lain. Ketika itu terjadi, tiada beban sosial yang dirasakan saat mengeluarkan kata-kata kasar dan caci maki diruang publik.
.
Politik setan merupakan suatu sikap politik, yang menggunakan cara-cara kotor dan tidak manusiawi untuk memperoleh dukungan. Politik setan ini bisa dilakukan oleh seorang tokoh, dapat juga dilakukan oleh tim sukses beserta para relawan. Politik setan dapat dilihat dari bagaimana para buzzer ataupun tim sukses menjatuhkan lawan politiknya. Segala kebaikan seseorang berusaha disembunyikan, kalau perlu dikaburkan untuk menciptakan citra negatif pada orang tersebut.
.
Politik setan sangat merugikan masyarakat, karena masyarakat akan digiring sedemikian rupa agar memiliki sifat-sifat setan. Masyarakat akan terus diadu domba, supaya kemarahan pada seseorang tak pernah surut, akhirnya segala yang dilakukan orang tersebut akan dipandang sebagai hal negatif. Ketika ada kegagalan dan kesalahan yang dilakukan, seringkali kesalahan itu ditimpakan pada lawan politiknya, seolah lawannya adalah penjahat dan dia merupakan pahlawan.
.
Lawan dari politik setan adalah politik kenabian. Dimana masyarakat dididik untuk meneladani sikap nabi, dan politisi beserta timnya melakukan pendekatan-pendekatan yang selalu mengajak pada kebaikan. Sebagaimana sikap nabi yang selalu menyeru pada kebaikan, tidak menjatuhkan harga diri orang lain dan memiliki akhlak yang mulia, politik jenis ini diterapkan.
.
Politik kenabian memberikan contoh pada masyarakat lewat figur yang diusung. Yang punya kepribadian baik, santun dalam berbicara, ramah pada semua orang dan selalu menebar kebaikan dengan senyum yang tulus.
.
Jalan ini sangat berat, butuh sosok yang memang harus baik dari sononya, bukan sosok yang harus dipoles agar keliatan baik, santun dan berwibawah. Sosok yang memiliki hati yang tulus untuk membangun dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Orang yang mampu menempatkan diri, kapan harus menunduk untuk memberi hormat dan kapan harus bersikap tegas tanpa kompromi.
.
Ah semoga saya tidak bermimpi disiang bolong. Dizaman ini semua butuh uang, kata rakyat kecil dipinggiran sana "kami butuh uang dan janji-janji manis, kami tidak butuh penjelasan dan ceramah bagaimana daerah ini akan dikelola dengan baik. Semua itu urusan politisi, sedangkan kami rakyat kecil cuma ingin makan dan mendapat kehidupan yang layak. Biarkan politisi mengambil uang rakyat, tapi berikan kami juga sedikit untuk dipake makan hari ini sampai esok”.
.
Dari balik gubuk kecil seorang pria tua tiba-tiba muncul. Dia kemudian bertanya "Hei anak muda, berapa usiamu?". Kau masih sangat muda, semoga apa yang kau cita-citakan untuk kebaikan orang banyak, dapat kau pertahankan hingga menjadi orang tua kelak. Tiada yang salah dengan harapanmu yang ingin pada kebaikan. Tapi ingatlah, jalan itu sangat terjal, kelak kau mungkin akan sendiri, terasing dari glamournya kehidupan kota, sedang teman-temanmu berfoya-foya.
.
Seorang kawan pernah bertanya padaku, siapa yang patut disalahkan dengan kondisi masyarakat seperti sekarang ini. Sebelum saya memberi jawaban, dia menjawab lebih dulu. Bukan calon maupun partai peserta pemilu, tapi para tim sukses yang berasal dari golongan terpelajar atau intelektual.
.
Mereka dengan segala cara dan upaya akan menyusun strategi untuk memenangkan seorang calon, meskipun tidak memenuhi kriteria kelayakan.  Mereka tau kondisi masyarakat, karena sebelumnya telah mereka pelajari. Karenanya mereka tau bahasa apa yang akan membuat rakyat lebih percaya pada ucapan calonnya daripada calon lain. Merekapun tau barang apa yang ketika diberikan maka rakyat akan merasa itu sangat spesial dan kemudian memilihnya.
.
Saya hanya mengangguk dan takjub dengan yang diucapkannya. Bagiku dia juga seorang politisi, karena selalu terlibat dalam tiap kontestasi politik di daerah. Sedangkan saya, hanya teman yang akan selalu menjadi pendengar setianya. Karena ucapannya itu, saya kembali teringat pada pidato Khomeini pasca pembebasannya dari penjara.
.
Ia menceritakan: Seorang pria, yang tak perlu diungkap namanya, datang kepada saya dan berkata : politik itu kotor, hanya untuk mengejar kekuasaan serta penuh dengan kebohongan dan trik-trik. Jadi, biarkanlah urusan politik itu menjadi urusan kami, (dan Anda tinggal beribadah saja). Saya menjawab : saya tidak mau terlibat dengan politik semacam itu.
.
Sambil membandingkan idenya dengan yang lain, ia menyatakan :  Politik yang saya bicarakan adalah keadaan politik kita. Ini berasal dari bentuk sempurna dari politik yang dipraktikkan Nabi Islam dan para Imam kita. Mereka datang untuk membimbing dan memimpin manusia menuju maslahat mereka yang sesungguhnya. Politik dimaksudkan untuk membimbing dan memperhitungkan seluruh kepentingan masyarakat dan manusia. Ini adalah politik para nabi yang orang lain tidak mampu melaksanakannya. (www.icc-jakarta.com)
.
Semoga kita masyarakat muna, dapat meneladani sifat-sifat nabi, yang selalu ramah dan penuh senyum ketika berjumpa dan berkomunikasi dengan yang lain. Masih ada sisi lain yang baik dari politik, semoga kita mampu menemukan dan mempraktekannya.
.
Salam.

Sabtu, 06 Juli 2019

Memikirkan Kembali Arah Pembangunan Kabupaten Muna. (Renungan Hari Ulang Tahun Kabupaten Muna ke-60)

Harapan merupakan harta terbesar manusia yang jangan sampai hilang. Meski harta dan kekayaan lain hilang, tapi kehilangan harapan merupakan awal dari kehancuran. Harapan harus selalu dijaga dan dirawat, supaya tumbuh menjadi kekuatan yang dapat menuntun kearah perubahan yang lebih baik. Begitupun harapan melihat daerah menjadi lebih baik, lebih maju dan lebih dapat memberi kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Hingga kini, saya masih percaya pada kalimat sakti witeno wuna wite barakati, atau tanah muna adalah tanah yang diberkati. Itu merupakan sebuah kalimat sukur atas berkah yang melimpah dari tuhan untuk tanah muna. Kalimat yang membuat seluruh masyarakat asli muna bangga atas tanah kelahirannya. Yang membuat masyarakat memiliki harapan besar pada tanah ini, untuk berkembang dan dapat memberikan kehidupan yang layak bagi mereka.

Setelah 60 tahun berdiri, tahun ini Kabupaten Muna kembali merayakan kelahirannya, tentu saja kita semua patut bersukur atas capaian itu. Sudah sejak awal muna menemani Provinsi Sulawesi Tenggara, yang menjadi DOB dengan memisahkan diri dari Provinsi Sulawesi Selatan 55 tahun silam. Diusianya yang terbilang cukup, tentu masih banyak harapan-harapan yang digantungkan pada Pemerintah Kabupaten Muna untuk dapat diwujudkan. 

Melihat geliat pembangunan dalam beberapa tahun terakhir, dapat dikatakan daerah ini sedang berusaha ingin mewujudkan sesuatu. Namun apakah sesuatu itu?, seharusnya dapat terjawab dengan melihat arah perencanaan pengembangan wilayah perkotaan Kabupaten Muna. Disana tergambar dengan jelas, mau diarahkan kemana daerah ini dibangun, dan hal-hal apa saja yang jadi prioritas pembangunan. Sesuatu yang prioritas haruslah merupakan keunggulan yang dimiliki Kab. Muna.

Dimasa lalu, Muna merupakan tanah yang subur untuk pertanian dan perkebunan, sehingga masyarakat tak pernah merasa kekurangan atas hasil tanah yang cukup melimpah. Muna juga diberkahi dengan bentang alamnya yang berbukit dan memiliki wilayah perairan, sehingga masyarakat dapat menikmati hasil laut juga hutan. Lebih dari itu, Muna memiliki berbagai objek wisata, mulai dari : wisata laut, pantai, danau, wisata alam pegunungan, wisata budaya, kuliner dan wisata sejarah. Nama terakhir yaitu situs prasejarah Goa Liangkobori, yang pada tahun 2018 lalu mendapat penghargaan sebagai situs sejarah terpopuler dari Kementrian Pariwisata.

Untuk sektor pertanian telah datang kabar gembira dalam 2 tahun terakhir. Produksi jagung kuning para petani telah dapat diserap langsung oleh pasar. Sehingga angka ekspor jagung kuning terus mengalami  peningkatan dalam 2 tahun terakhir. Hal ini dimudahkan dengan masuknya pelabuhan Muna kedalam jalur Tol Laut yang dicanangkan Pemerintah Pusat.

Data Badan Pusat Statiatik Kabupaten tahun 2018, menunjukan laju pertumbuhan PDRB Kab. Muna menurut lapangan usaha, sektor Pertanian, Perikanan dan Kehutanan ada diurutan pertama. Sektor ini mampu memberikan nilai tambah yang terus meningkat pada perekonomian Kab. Muna dalam 5 tahun terakhir. Dibandingkan dengan sektor lainnya, hanya sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang pertumbuhannya stabil sejak 2014.

Pada 2014, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, menyumbang nilai sebesar 1,34 M, tahun berikutnya 2015 sebesar 1,40 M, tahun berikutnya lagi yaitu 2016 sebesar 1,52 M, dan pada periode terakhir yaitu 2017 menyumbang nilai sebesar 1,657 M. Data-data ini adalah gambaran nyata tentang bagaimana kondisi perekonomian yang sesungguhnya di Kab. Muna. Dengan begitu, lebih mempertegas sektor mana yang harus mendapat perhatian dan diprioritaskan untuk dikembangkan. Karena sektor ini akan lebih memberikan dampak langsung buat masyarakat lapisan bawah, yaitu para petani dan nelayan.


Selain pertanian, kehutanan dan perikanan, geliat wisata muna dalam beberapa tahun terakhir sangat bagus. Hal itu dapat dilihat dari, seringnya Kabupaten Muna muncul di televisi dalam acara My Trip My Adventure, yang mempromosikan wisata Kab. Muna. Selain Meleura, Muna masih memiliki Danau Ubur-ubur, situs sejarah layang-layang tertua didunia yang terdapat di Goa Liangkobori, puluhan gua dan masih banyak lagi.

Agaknya hal itu belum cukup membuat kedua sektor itu lebih diprioritaskan dalam pembangunan, dengan memberikan porsi anggaran cukup besar untuk pengembangannya. Kondisi jalan yang merupakan akses utama menuju kawasan wisata sampai saat ini belum diperbaiki. Banyaknya lubang pada jalan dan kondisi aspal yang bergelombang seringkali dikeluhkan masyarakat kala berwisata. Danau ubur-ubur yang beberapa kali tayang di MTMA, hanya seperti film pendek yang rame saat tayang, setelah itu dilupakan dan kemudian menghilang.

Muna harus memikirkan kembali sektor apa yang lebih prioritas. Yang dapat memberikan nilai ekonomi bagi daerah dan terutama memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Apakah penimbunan atau bahasa kerennya reklamasi untuk membangun kota baru, lebih penting daripada mengembangkan sektor Pertanian dan Pariwisata. Hal itu perlu dikaji lagi, karena kota baru merupakan kawasan dengan jenis aktifitas utama perumahan dan bisnis. Dimana aktifitas ini hanya akan menguntungkan segelintir pejabat dan pengusaha, tapi tidak bagi masyarakat yang selalu berada pada lapisan bawah, yaitu petani dan nelayan.

Selama beberapa tahun terakhir, kabar mengenai kekurangan anggaran terus bergulir, tapi kenyataannya daerah masih mampu melakukan reklamasi di pantai Motewe dengan anggaran puluhan miliar. Saya hanya dapat berandai-andai, kalau saja dana segitu dipakai dengan serius untuk mengembangkan sektor Pertanian, Perkebunan, Perikanan dan Pariwisata. Mungkin bule-bule yang seringkali datang ke Kota Baubau dalam beberapa tahun terakhir akan singgah ke Muna untuk beberapa saat sebelum kembali kenegaranya.

Setelah itu mereka akan menceritakan pengalaman di Muna, dimana mereka disambut dengan silat muna ketika datang. Dipakaikan kain muna hasil tenunan tangan masyarakat muna, dan dibuatkan acara baca-baca tola bala sebagai ritual melindungi mereka dari semua marabahaya saat sedang berwisata di Muna. Usai baca-baca, mereka akan dihidangkan masakan asli muna, yang disajikan dalam 1 talang baca-baca full dengan beragam menu wajib. Kalau dirasa perlu, mungkin bisa diwajibkan bagi mereka untuk memakan telur ayam kampung tanpa digigit. Sebutir utuh langsung dimasukan kemulut dan dimakan sampai habis.

Akan banyak yang diuntungkan dengan semua itu, dan masyarakat dapat terlibat langsung dalam tiap tahapan kegiatan .wisata di Kabupaten Muna. Akhirnya masyarakat senang karena selalu ada tontonan menarik, dan wisatawan nyaman karena disambut dan diperlakukan dengan layak oleh penduduk setempat.

Saya tiba-tiba teringat apa yang dikatakan seorang Diplomat Australia untuk Indonesia, namanya Paul Grigson. 

Grigson mengatakan "saat warga Australia berpikir tentang tujuan liburan manca negara, saya ingin Indonesia berada di atas daftar mereka". "Saya ingin warga Australia untuk menikmati matahari terbit di Gunung Bromo, menikmati sedapnya makanan Padang dan menyaksikan matahari terbenam di Borobudur. Saya ingin semua warga Australia menyaksikan Indonesia yang telah saya temukan selama satu tahun terakhir, Indonesia yang kaya akan kebudayaan, penuh dengan keindahan alam serta keramah-tamahan yang hangat. 

Jumat, 21 Juni 2019

Mengurai Benang Kusut Wacana Pemekaran Muna


Ekonomi kita sulit, untuk membangun saja kita masih membutuhkan utang. Daerah sangat tergantung pada utang, karena beban gaji para PNS saja sudah terlalu melambung, dan saat ini ada pada kisaran 80% dari DAU. Maka saat ini kita butuh pemekaran, agar supaya jumlah PNS di Kabupaten Muna dapat terbagi dengan Kota Raha ketika nanti terbentuk. Dengan begitu tanggungannya pun akan dibagi 2 daerah, Kota dan Kab. Induk, sehingga dana yang tersisa untuk pembangunan, kemungkinan masih cukup besar.

Coba lihat, ketika Raha dapat menjadi kota, maka daerah akan lebih maju, lebih banyak dana yang masuk dalam bentuk investasi. Sudah banyak contoh Kota yang berhasil, kata temanku. Dengan ekspresi sangat serius, dia berusaha meyakinkanku yang sedari tadi duduk mendengarkan dengan baik dan serius.

Dari matanya, saya melihat tekad yang sangat kuat untuk membangun daerah menjadi lebih baik. Namun sebagai teman yang baik, saya pun harus mengatakan beberapa hal penting padanya. Terkait pemekaran yang tengah diperjuangkannya, saya menangkap beberapa poin penting yang jadi pokok masalahnya. Yaitu ; Gaji PNS yang terlampau besar, Kurangnya Anggaran Pembangunan daerah, dan Raha yang akan lebih berkembang ketika memisahkan diri untuk menjadi Kota.

Yang pertama mengenai Gaji PNS yang bersumber dari DAU. DAU atau Dana Alokasi Umum merupakan salah satu transfer dana pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang bersumber dari pendapatan APBN, yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar daerah untuk memenuhi kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Alokasi DAU Kabupaten Muna pada tahun ini cukup besar, bahkan di Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan yang ke-2 terbesar setelah Kab. Konawe Selatan. Meskipun penggunaannya diserahkan kepada daerah sesuai dengan prioritas dan kebutuhan daerah untuk pelayanan kepada masyarakat, bukan berarti DAU merupakan dana yang dialokasikan untuk pembangunan, apalagi pembangunan fisik.

Besarnya jumlah DAU yang mencapai ratusan miliar dan tiap tahun masuk ke Muna, masih menimbulkan efek kejut mengenai penggunaannya yang terlalu besar untuk pembayaran gaji PNS. Karenanya muncul anggapan bahwa dana sebesar itu, harusnya sebagian besar dapat dipakai untuk membangun Muna menjadi lebih baik. Sementara ketika berbicara pembangunan fisik daerah, maka dana yang mesti dibicarakan adalah dana DAK atau Dana Alokasi Khusus. DAU dan DAK sama-sama merupakan dana dari APBN yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah, namun berbeda dalam pengalokasiannya. DAK dialokasikan khusus untuk pembangunan daerah dari berbagai bidang yang diusulkan,  untuk membantu mendanai kegiatan khusus dan sesuai dengan prioritas nasional.

Dari jumlahnya, mungkin saja DAK tak sebesar DAU, karena dalam DAK, Pemerintah Pusat harus melihat keselarasan cita-cita dengan Pemerintah Daerah. Daerah harus menyeleraskan tujuan dengan Pusat, agar supaya mendapat porsi cukup besar dalam pembangunan nasional hingga mampu masuk kedalam salah satu prioritas pembangunan nasional. Untuk itu, tentu banyak sektor yang harus digenjot, namun apabila melihat konsen Pemerintah Pusat dalam beberapa tahun terakhir, maka Sektor Pariwisata merupakan yang paling mendekati. Hal itu memiliki kemungkinan paling besar untuk dapat menjadi salah satu prioritas nasional, karena selaras dengan visi Pemerintah Pusat yang ingin menciptakan banyak bali baru sebagai destinasi wisata internasional.

Memang sudah seharusnya DAU untuk pembayaran gaji PNS, dan tidak ada yang salah dengan itu semua. Bahwa gaji PNS seluruh daerah di Indonesia, ditanggung oleh Pemerintah Pusat yang pembayarannya melalui daerah, dan bersumber dari APBN yang disalurkan dalam bentuk DAU. Hal itu yang membuat nilai DAU tiap daerah berbeda, karena dalam perhitungannya menggunakan pendekatan celah fiskal, yaitu selisih antara kebutuhan fiskal dikurangi dengan kapasitas fiskal daerah dan alokasi dasar, berupa jumlah gaji PNS daerah. Formulasinya adalah sebagai berikut :

DAU = Alokasi Dasar (AD) + Celah Fiskal (CF)
AD : Gaji PNS Daerah
CF : Kebutuhan Fiskal - Kapasitas Fiskal
(Sumber : www.djpk.depkeu.go.id)

Yang kedua mengenai kurangnya anggaran pembangunan daerah. Kalau yang dimaksud dengan itu adalah sejumlah biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pembangunan, mungkin yang harus dibicarakan adalah mengenai pembiayaan pembangunan. Membicarakan pembiayaan pembangunan, tidak terbatas hanya pada persoalan besar kecilnya dana, tapi lebih luas membicarakan mengenai bagaimana upaya pemerintah menemukan sumber-sumber pembiayaan lain sebagai solusi. Selama ini, pembiayaan pembangunan Kabupaten Muna bersumber dari DAK Fisik, PAD, DBH (Dana Bagi Hasil), DID (Dana Insentif Daerah) dan Utang.

Ada banyak hal menarik pada poin ini, ketika kurangnya anggaran pembangunan seringkali dijadikan dalih untuk mengajukan pinjaman atau utang pada Bank Swasta. Dimana dana pinjaman nantinya akan digunakan untuk menyelesaikan beberapa proyek besar yang sedang berjalan agar tidak terbengkalai kemudian mangkrak. Sebagai contoh, saat ini terdapat beberapa proyek besar yang belum rampung 100%, yaitu ; RSUD Muna, Pasar Sentral Laino, Jalan Poros Lohia, Jalan Poros bagian warangga dan yang terakhir Reklamasi Pantai Laino.

Seluruh dana yang dikeluarkan daerah untuk melaksanakan kegiatan pembangunan fisik mulai dari perencanaan sampai dengan pembangunan selesai, dinamakan anggaran belanja daerah. Hal itu sebelumnya telah disusun sebagai program tahunan dalam sebuah Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau RAPBD. Rancangan ini kemudian akan dibahas oleh Pemerintah Daerah bersama DPRD, dan ketika telah disetujui maka akan dilegalkan dalam bentuk PERDA atau Peraturan Daerah. Prosesi itu akan dilakukan setiap tahun dan menjadi pedoman bagi Pemerintah Daerah dalam merencanakan dan menjalankan pembangunan daerah. Jadi, semua proyek-proyek besar yang kemudian akan direncanakan dan telah mulai pengerjaannya, sudah pasti akan ada dalam RAPBD dan dibahas oleh Pemda dan DPRD secara bersama.

Ketika RAPBD telah disetujui, kemudian menjadi APBD dan dijadikan peraturan daerah, maka artinya seluruh pembahasan mengenai penganggaran telah selesai. Terkait adanya lebih dari satu proyek besar, darimana sumber pembiayaannya dan berapa lama waktu pelaksanaannya, mestinya telah selesai dibahas ketika RAPBD telah disetujui. Ketika semua itu berjalan sebagaimana mestinya sesuai prosedur, maka munculnya istilah kekurangan anggaran pembangunan disaat pembangunan telah berjalan, tidak akan pernah ada. Karenanya segala hal yang berkenaan dengan kendala teknis maupun administrasi dalam pelaksanaan pembangunan, sebelumnya telah dianalisa dan dicarikan solusinya.

Dana pinjaman atau Utang, bukanlah sesuatu yang negatif, selama penggunaannya untuk sektor produktif dan daerah memiliki kemampuan untuk mengembalikan, serta tidak menumpuk. Meski begitu,  utang bukan satu-satunya sumber pembiayaan, karena masih banyak sumber lain yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan. Alternatif lain yang dapat dicoba adalah dapat berupa KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha) dan PHLN (Pinjaman dan Hibah Luar Negri) dan Kerjasama Antar Daerah.

Yang ketiga, pemekaran Kota Raha yang akan memisahkan diri dari Muna Induk menjadi DOB (Daerah Otonom Baru). Pemekaran Kota Raha akan baik untuk Kota Raha sendiri, ketika nantinya berkembang menjadi pusat perdagangan dan jasa baru di Pulau Muna. Harapan masyarakat agar Kota Raha menjadi salah satu pusat pertumbuhan baru di Sulawesi Tenggara, yang dapat bersaing dengan Kota Baubau dan Kota Kendari begitu besar. Namun semua itu tidak akan terjadi begitu saja dalam waktu singkat, semua butuh usaha dan keseriusan pemerintah kota guna mengejar ketertinggalan dengan 2 kota besar tadi. Sedangkan lahirnya Kota Baru, bukan jaminan utama masuknya anggaran dalam jumlah besar.

Ada beberapa permasalahan utama yang seringkali terjadi pada daerah otonom baru yang memisahkan diri dari daerah induk. Masalah ini merupakan yang paling sering didapati, bahkan ada yang tidak selesai meski telah pisah dari daerah induk setelah beberapa tahun lamanya. Masalah yang dimaksud adalah mengenai aset daerah berupa gedung beserta peralatan, sengketa batas wilayah, pemindahan pegawai serta kualitas sdm pns yang tidak memadai dan dokumen-dokumen daerah yang akan mengalami perubahan guna menyesuaikan dengan wilayah baru. Berdasarkan data hasil evaluasi Kementerian Keuangan, Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, menunjukkan bahwa 87,71 % daerah induk belum menyelesaikan penyerahan pembiayaan, personel, peralatan dan dokumen (P3D) kepada daerah otonom baru. Sebanyak 79 % daerah otonom baru belum memiliki batas wilayah yang jelas, 89,48 % daerah induk belum memberi dukungan dana kepada daerah otonom baru sebagaimana yang disyaratkan dalam UU Pembentukan Daerah Baru, 84,2 % PNS sulit dipisahkan dari daerah induk ke daerah otom baru, kemudian 22,8 % pengisian jabatan tidak berdasarkan standar kompetensi, dan 91,23 % daerah otonom baru belum memiliki RTRW atau Rencana Tata Ruang Wilayah.

Yang paling jelas terlihat dilapangan adalah, aset daerah induk berupa sarana dan prasarana yang sebagian besar berada pada wilayah administrasi daerah otonom baru. Sebut saja bangunan kantor dan peralatan dinas lainnya yang menjadi aset Kabupaten Muna. Sebagian besar aset tersebut terdapat di Kota Raha, sedangkan apabila Kota Raha menjadi DOB, maka Ibukota Kabupaten Muna akan dipindahkan kedaerah diluar Wilayah Administrasi Kota Raha. Dari sini kemudian akan muncul banyak permasalahan, apakah aset Pemkab Muna akan tetap menjadi milik Pemkab Muna?, kalau tidak apakah ada skema jual beli yang akan dilakukan 2 Pemda?. Hal tersebut tidak akan selesai begitu saja dalam waktu singkat, karena tarik menarik kepentingan akan sangat mempengaruhi. Sedangkan disisi lain, kebutuhan akan gedung dan peralatan baru untuk menjalankan Pemerintahan di Kabupaten Muna Induk, akan sangat mendesak. Untuk menunggu pembangunan gedung baru beserta pengadaan peralatan barupum, akan sangat memakan waktu lama. Hal ini berbeda dengan pemekaran Muna Barat sebelumnya, yang mana aset Pemda Muna tidak sebanyak yang ada didalam Kota Raha.

Berbeda dengan Kota Raha yang mendapat banyak keuntungan dari pemekaran, Kabupaten Muna sebagai induk, akan mendapat sangat banyak kerugian. Sebagai daerah baru yang memiliki Ibukota Kabupaten baru, Muna seperti habis dirampok oleh Kota Raha, kemudian diasingkan ketempat lain. Tempat yang tidak punya akses air minum baik, tidak punya akses jalan baik dan tidak punya apa-apa selain lahan baru yang hanya siap dibanguni. Entah akan butuh berapa tahun Muna yang baru akan seperti Muna yang sekarang ini.

Sebagai penutup, saya ingin mengutip tulisan Dian Ratna Sari dalam kolom politik LIPI yang berjudul "Menyoal Moratorium Pemekaran Daerah". Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan proses pemekaran daerah ditumpangi oleh kepentingan elite lokal yang menyaru sebagai aspirasi masyarakat. Diantaranya adalah kasus gagasan pemekaran Imekko, Sorong Selatan, di mana beberapa elite terindikasi memanfaatkan wacana pemekaran untuk kepentingan Pilkada 2014 dan menduduki jabatan di birokrasi. Bahkan, terjadi upaya untuk menggiring jawaban masyarakat di akar rumput agar sesuai dengan kondisi ideal pemekaran daerah.


Jumat, 14 Juni 2019

Tokoh Yang Menginspirasi

Sejak kecil dia sudah meninggalkan tanah kelahiran. Berpindah dari pulau asal ke kepulau seberang, kemudian kembali lagi kepulau asal. Adalah Tujuan pendidikan, yang kemudian menggerakan kakinya menapaki tiap anak tangga kehidupan, hingga mengantarnya menuju Ibukota. Dahulu dia hanya seorang camat diseberang pulau, kemudian takdir memilihnya menduduki jabatan tinggi di negri ini. Dia, Syarifuddin, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementrian Dalam Negeri.

Posisi Dirjen bukan hal mudah tuk diraih, bukan pula jabatan politis yang didapat hanya dengan kedekatan dengan penguasa. Syarifuddin memilih melaluinya setapak demi setapak sebagai seorang Aparatur Sipil Negara. Pelan tapi pasti, dengan langkah yang cukup elegan, akhirnya dia sampai pada tingkatan yang orang muna hanya dapat memimpikannya.

Perjalanan hidup Syarifuddin mungkin seperti mimpi bagi sebagian orang. Mungkin juga seperti sinetron tv, yang penuh drama namun kemudian menjadi nyata. Kisah seorang dari daerah terpencil yang pindah ke Ibukota, kemudian sukses menjadi pejabat tinggi negara. Meskipun begitu, dia tetaplah orang muna seperti yang lain, yang masih memiliki niat besar melihat kampung halamannya menjadi lebih baik.

Dalam tingkatan golongan, dia dalah ASN golongan 1, atau pimpinan tinggi madya dengan pangkat Pembina. Hal ini yang membuatnya memenuhi persyaratan pokok, yang kemudian jadi pertimbangan penting dalam terpilihnya menjadi seorang Direktur Jenderal dilingkungan Kementrian.

Dia telah menjadi inspirasi dan panutan banyak ASN di daerah, bagi yang ingin menapaki karir secara vertikal dari daerah menuju Ibukota. Pada sudut yang lain, dia ibarat pisau tajam, yang menusuk sampai kejantung segala manipulasi dan kong kalingkong dalam penyusunan anggaran. Namun Dia juga dapat menjadi lilin, yang dengan cahaya redupnya mampu bedakan baik dan buruk dalam pengelolaan keuangan daerah.

Saya sendiri belum pernah berbincang lama dengannya. Kalaupun ada kesempatan, tentu saja banyak hal yang ingin kutanyakan dan pelajari darinya. Untuk beberapa alasan, saya menganggapnya telah berjasa besar dalam membangun Muna. Saya tak setuju dengan mereka, yang mengatakan, sebagai Dirjen dia tidak memberikan apa-apa untuk Muna. Sepertinya berbuat untuk daerah, hanya dibatasi ketika Dirjen mengikuti apapun keinginan pemerintah daerah.

Tahun ini dia terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara di Jakarta. Mungkin dia satu-satunya ketua kerukunan Sultra yang pernah menjabat PJ Gubernur Jawa Tengah. Sebagai ketua, dia memberikan banyak waktunya untuk mengayomi dan menerima segala keluhan masyarakat Sultra di Jakarta. Dia bukan seperti kebanyakan pejabat di daerah, yang mendadak memiliki sifat berbeda ketika dalam genggamannya ada kuasa. Dia juga bukan karakter pencari kenyamanan, yang akan menimbun kekayaan lewat proyek-proyek besar untuk perkaya diri.

Di zaman ini, Syarifuddin adalah simbol keberhasilan pemuda Sultra, yang mampu sampai kepusat dengan melewati jalur eksekutif. Ia mengawalinya dengan kerja keras, kerja bersih dan disiplin tinggi. Dia merupakan salah satu pejuang transparansi dalam pengelolaan keuangan, yang menjunjung tinggi asas partisipatif, efektif, efisien, akuntabel dan kompetitif dalam pengelolaan keuangan.

Sebagai manusia, dia merupakan pribadi yang akan berdiri digaris depan untuk memperjuangkan hak asasi manusia. Namun begitu dia juga memiliki sisi lain, yang kritis terhadap watak pemerintah arogan, tidak toleran dan kerapkali melupakan nilai-nilai kemanusiaan dalam program serta kebijakan yang dijalankan.


Sampai kini dia masih terus menjalankan kerja-kerja kemanusiaan. Menerima keluhan, konsultasi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan masyarakat tentang segala hal. Dalam bidangnya, dia juga terus membantu dan memberi masukan para ASN pusat yang berasal dari Sulawesi Tenggara, khususnya Kabupaten Muna. Dalam waktu yang cukup singkat, dia juga telah berhasil menyelesaikan tugas sebagai PJ Gubernur Jateng dengan rapor sangat memuaskan. Jejaknya tentang itu tentu tak akan mudah hilang, dan senantiasa tersimpan dibenak seluruh masyarakat Muna dengan penuh kebanggan.

Saya akan sangat senang, ketika membayangkan ada banyak putra asli Muna yang mampu mencapai posisi serupa setelahnya. Yang mampu mengambil peran lain untuk mengawal dan memberi solusi demi pembangunan daerah kearah lebih baik. 

Atas prestasi dan popularitasnya ditingkat nasional, kiranya dia sangat pantas menjadi Brand Ambasador Pariwisata Kabupaten Muna. Semoga tulisan ini menjadi pembuka, untuk ulasan mengenai tokoh-tokoh lain asal muna yang menginspirasi masyarakat Kabupaten Muna.

Minggu, 02 Juni 2019

Ozil Bounce


Sering kali membuat assist yang brilian, ternyata kemampuan mencetak golnya sangat unik dan berkelas. Meski tak seperti Ronaldo dan Mesi yang selalu mencetak 2 digit gol dalam semusim, beberapa gol yang lahir dari kakinya merupakan sebuah kreasi yang indah dari seorang seniman lapangan hijau.

Namanya Mesut Ozil dan dia dahulu dikenal sebagai seorang raja assist. Dengan image itulah orang-orang mengenalnya, baik pemain maupun penikmat sepak bola,  sudah terbiasa menyaksikan assist brilian seorang Ozil yang kemudian dapat dikonversi menjadi gol. 

Julukan itu (raja assist) merujuk pada jumlah assist yang ditorehkannya dalam beberapa musim selama membela Real Madrid. Dimana rerata assist yang ditorehkannya kala itu mampu mencapai rasio 0,51 assist dalam setiap pertandingan. Artinya, Ozil hampir dapat membuat 1 assist dalam setiap pertandingan yang dilakoninya di Real Madrid.

Angka itu tidak jauh berbeda dengan torehannya saat bermain di Liga Jerman bersama klub Werder Bremen. Dimana dalam 108 pertandingan yang dimainkannya bersama Werder Bremen, Ozil mampu mencetak 55 assist atau rata-rata 0,51 assist tiap pertandingan.

Mesut Ozil seperti dilahirkan hanya untuk membuat assist bagi para striker dan pencetak gol. Cristiano Ronaldo adalah orang yang paling banyak mendapat pelayanan berkelas dari kaki kirinya.

Namun ada yang berubah pada dirinya selama beberapa tahun memperkuat Arsenal, atau lebih tepatnya dalam tahun-tahun terakhir ketika Arsene Wenger melatih Arsenal. Ozil, yang menurut pengakuannya sendiri lebih merasakan nikmatnya sepak bola ketika mampu memberi assist yang berbuah gol, kemudian oleh wenger diharuskan juga menjadi seorang pencetak gol bagi tim kala itu.

Dan dia tetaplah Mesut Ozil, pemain Nomor 10 profesional yang harus siap mengikuti apapun arahan dan instruksi yang diberikan pelatih padanya. Karenanya, dalam beberapa tahun terakhir kita disuguhi kepiawaian seorang Maestro Assist dalam mencetak gol.

Sejak saat itu pula Ozil kemudian lebih sering mencetak gol dan mendapatkan Hatrick pertamanya dalam sebuah pertandingan Liga Champion (2016/2017), ketika mengalahkan wakil Bulgaria Ludogorets.

Ada beberapa gol unik yang diciptakan Ozil, dengan menggunakan teknik andalannya dia mampu memperdaya beberapa kiper kelas dunia. Sebut saja Manuel Neuer yang merupakan rekannya di timnas jerman, dan Thibaut Courtois, kiper klub rival yang dibuat terlihat bodoh ketika tidak mampu membaca arah bola sepakan Ozil yang berujung gol.

Bounce Shoot, adalah sebuah teknik menendang bola kearah bawah, untuk menghasilkan pantulan berbentuk parabola. Teknik ini seringkali diperlihatkan Ozil dalam beberapa tahun terakhir, bahkan telah menjadi teknik andalannya dalam mencetak gol.

Pada pertandingan terakhir ketika melawan Bournemouth yang berakhir dengan kemenangan 5-1 untuk Arsenal, Ozil lagi-lagi menggunakan teknik Bounce Shoot untuk menaklukan Artur Boruc.


Berbeda dengan chip bola biasa, ini adalah teknik khas yang dengan sengaja dilakukan Ozil untuk mengelabui kiper lawan. Sebagaimana yang ditulis dalam the18.com, dikatakan bahwa dia (Ozil) menembakan bola ke tanah untuk menciptakan gaya angkat yang cukup unik. Itu dilakukan untuk membuatnya tampak seolah-olah ingin menembak rendah, tetap bola kemudian memantul jadi tinggi.

Bukan baru sekarang Ozil memamerkan teknik bouncenya, pada bulan 9 tahun 2016 lalu ozil telah melakukannya ketika Arsenal menaklukan Chelsea dengan skor 3-0. Setelah mendapat umpan crossing Alexis Sanchez, Ozil melakukan Bounce Shoot yang berhasil mengelabui Thibaut Courtois sehingga terlihat bodoh. 


Melihat gerakan kakinya, Courtois mengira Ozil akan melakukan tendangan voli mendatar, namun ternyata Ozil melakukan hal lain dengan menendang bola kearah rumput, kemudian bola melambung melewatinya dan masuk kegawang. 

Tendangan voli yang sama sebelumnya juga pernah dilakukan Ozil ketika Arsenal dikalahkan United 3-2 kala bermain di Old Trafford tahun 2016. Setelah croshing dari kanan tak menemui sasaran, para pemain united mengantisipasi, namun bola bergulir liar didepan gawang United. Ozil yang berdiri bebas melakukan tendangan teknik Bouncenya untuk menaklukan De Gea.

Untuk Bounce yang dilakukan Ozil saat melawan Bournemouth, mendapat perhatian lebih dari para pengamat dan komentator bola. Hal itu tergolong unik, karena dilakukan bukan dalam keadaan voli, tapi ketika bola bergelinding kecil diatas rumput. Setelah lama mengamati diketahui bahwa itu dilakukan Ozil dengan sadar.

Teknik Bounce sebetulnya lebih dikenal dalam permainan bola basket. Bounce Pass adalah operan yang dilakukan dengan cara memantulkan bola ke lapangan sebelum ditangkap kawan. Hal ini dilakukan untuk menghindari lawan ketika melakukan hadangan didepan atau dijalur lari.

Dan istilah ini mulai masuk dalam dunia sepak bola belum lama ini. Yaitu ketika ada fenomena unik yang ditunjukan Mesut Ozil, dimana awalnya banyak yang mengira hal itu adalah suatu kebetulan. Karena Ozil sudah seringkali menggunakannya, hal itu kemudian menjadi perhatian khusus untuk diteliti.

Dan hasilnya menyimpulkan bahwa teknik Bounce dalam sepak bola adalah teknik khas Mesut Ozil. Yang hampir serupa dengan tendangan biasa, namun memiliki ritme lebih unik dalam pantulannya yang seringkali membuat kiper susah mengantisipasi.

Teknik bounce bukanlah teknik yang mudah dilakukan, dibutuhkan ketrampilan dan perhitungan yang baik untuk dapat memantulkan bola dengan kekuatan yang cukup sehingga bola tidak melambung tinggi pada jarak tertentu dengan gawang. Dan hal itu sangat akrab dengan Mesut Ozil.

Kamis, 02 Mei 2019

Jompi dan Masa Depan Kita (Bagian 4)


“Jernihnya ini air di?”, saya bertanya kembali pada teman-teman
“Iya, bemana langsung dari mata air”
“Kalo banyak orang yang mandi pasti kabur”
“Disini juga masih dalam dan dasarnya masih bagus”
“Kira-kira 20 tahun lagi, kalo kita sudah besar semua, sudah punya anak juga, jompi masih begini ato tidak di?”
“Terlalu jauh pikiranmu, yang dekat-dekat saja kone, 10 tahun lagi supaya kita masih muda juga”
“Biar 10 tahun, siapa tau ada yang sudah kawin?”
“Iyo di, bisa saja”
“20 tahun lagi, mungkin kita semua sudah punya anak. Kalo hari minggu kita moajak mandi-mandi disini, masih bisa ato tidak di?”
“Tetau juga e, sekarang tahun 2001, 20 tahun lagi berarti tahun 2021. Sapatau sudah robot-robotmi semua”
“Sekarang saja banyak sekali orang tebang jati, di warangga saja hampir tiap malam orang mengangsur lewat smp 1”
“Di kontu sana e, orang sudah jadikan kebun, jatinya habis dipotong”
“Didepan sma 2 dan smp 3 juga hampir tiap malam orang mengangsung, sapernah dipanggil ikut” kata La Endo yang sedikit kesal
“Di jompi sini orang sudah mulai menebangmi juga”
“Iyo, baru tida susah mengangsur kalo disini, kasi lewat air selesai”
“Kalo habis jatinya jompi, kira-kira airnya masih banya begini ato tidak? Ini mata 2 masih jernih dan dalam begini ato tidak?
“Iya juga di, siapa tau keringmi juga dengan jompi”
“Huuss, masa mau kering, koteliat kah itu mata air banyanya, dari atas mata 3, di mata 3 n mata 2, banya sekali mata air baru besar semua” sanggah La Angko, yang tidak yakin kekeringan akan menimpa jompi.
“itu karna banya kayu to?, bemna kalo itu hutan diatas sana gondol?” Tangan La Firman menunjuk kearah bukit diatas mata air mata 3.

La Angko yang tidak setuju dengan pemotongan kayu, dan La Firman terlibat perdebatan kecil, dan kami ber 4 tidak ingin terlibat didalamnya.
“Siapa juga yang bodo-bodo mau potong kayu diatas itu” Kata La Angko
“Banya to, kokira uang sedikit itu kayu kah?”
“Kaya dorang tetau saja, temungkin dorang potong”
“Soktau kau, demi uang siapa yang tidak mau”
“Kau yang sok tau”
“Sekarang samau kasi kau uang 300 ribu, asal koikut saya potong kayu, komau ato tida?”
“Samau, tapi jangan kayu dijompi”
“Komau uang ato tidak?”
“Samau tapi bukan kayu disini”
“Hahaha, sama saja semua kayu jati”
“Beda to, di jompi dengan di warangga”
“Kalo dijual sama saja harganya”
“Sudami kone, kalau mau, potong saja, kalau temau ikut silakan saja, saya terus terang saminta maaf tebisa ikut”, kataku mencoba menengahi. “Coba kamorang liat ini air, lompat didalam baru menyelam, habis itu naik n dengar itu burung-burung. Habis itu Coba kamorang pikir, kalo semua ini rusak, apa yang kamorang mau ceritakan sama ana-ananya kita nanti?”.

Kemudian La Endo meneruskan “Kalo kamorang ceritakan, mungkin dorang hanya menghayal saja, pas datang disini sudah lain dengan ceritanya kamorang”.

“Marimi kita pulang kalo begitu”, panggil La Endo

Baru kali itu perjalanan kami sunyi, tiada tawa seperti yang biasa terjadi, tiada pula canda yang keluar dari mulut La Angko yang biasanya selalu tertawa. Saya hanya berusaha berjalan untuk sampai dirumah, terus membasuh kembali badan dengan air bersih dan ingin tidur yang lelap. Ini hanya pertengkaran kecil diantara kami, paling besok akan reda dan semua kembali seperti biasa, kataku dalam hati.


***
“Ganti rokok kah?, sakira rokok kretek koisap?” La Angko menjulurkan tangannya kearahku, menyambar sebatang rokok filter putih dari bungkusnya, dan tak berapa lama mendarat dibibirnya.

“Korek? Masa Cuma rokok, ini mau dimakan atau diisap?” dan diapun tertawa.

Sudah dari sore tadi tak hentinya dia membuat kami tertawa, dengan mimik dan bahasanya yang selalu nyeleneh, “ini ee, itu dekatnya bapanya firman, kecuali kominta lagi koreku” dalam keadaan tertawa saya mengambilkannya korek kayu dari atas meja.

“Haduuh, korek jaman belanda lagi kokasi, ini korek yang dipake belanda waktu jajah Indonesia” ditengah riuh tawa seisi ruangan dia membakar rokoknya, diisapnya rokok itu kemudian dihembuskan, diisapnya dan dihembuskan lagi. Seperti kereta api Bandung-Surabaya dalam nyanyian anak-anak.

Ini malam kamis di tahun 2019, dan besok adalah Hari Raya Idul Fitri yang oleh banyak orang dikatakan hari kemenangan. Sementara Jam didinding menunjukan pukul 20.45, suara tawa kami terus menggema dalam ruangan berukuran 3x5 yang juga merupakan ruang tamu rumah La Firman.

“Kamorang masih ingat waktu kita mandi di jompi dulu?” Tanya la Endo
“Pastimi, masa samau lupa, sampe sekarang belum 20 tahun ingka, tapi semua sudah punya anak” jawab La Angko yang kembali tertawa.
“Siapa yang sudah pergi di jompi?”, Tanya La Elang.
“Siapa yang sudah ajak anaknya pergi dijompi?” sambung La Wyq.
“Kamorang sudah ceritakan itu sama ananya kamorang tentang jompi?” giliran La Firman yang menyampaikan pertanyaan.
“Pasti belum ada to?, jawabku, “Karena saya sudah semuanya”. Sasudah pergi dijompi, sama anakku dan istriku, kita mandi di Mata Air mata 2.
“Saya sasudah pergi juga” jawab La Angko dan La Firman
“Saya baru dari jompi kemarin dulu” kata La Endo
“Bagimana jompi menurutnya kamorang?” dan saya kembali bertanya pada mereka.
“Hampir rusak” jawab La Endo. “Untung sudah kurang orang menebang, tidak kayak dulu, kalo tidak bisa kering jompi”

“Iya, di mata 3 sampe mata 1 sudah kotor, bukan pasir n batu lagi didasarnya, tapi tanah”
“Koliat itu tanggul disamping kiri kanannya?, itu karena sebelumnya jompi sudah dangkal, makanya dibikin tanggul supaya mengecil badan sungai dan tutup bendungannya ditambah”.
“Memang tamba dalam mata 2, tapi tiadami jalan untuk kesana. Jalan lewat hutan yang dulu kita biasa lewati, sudah tatutup pohon-pohon, teperna dilewati orang. Jalan bawah yang pipa besar biasa kita lewati, sudah dipondasi dan hanya bisa dilewati 1 orang”.

“Seperti ditutup jalan menuju mata 2, betul kasian, kayak dilarang orang datang disana”
“Kasian sekali jompi” kataku. “Dulu bisa ratusan orang datang disana tiap hari sabtu, sekarang kayak hutan purba saja. Kenapa tidak dijadikan tempat wisata saja, supaya jompi tetap terjaga tapi orang-orang disekitarnya juga bisa dapat uang. Coba bayangkan, tiket masuk dan parkir saja kalo dikelola baik-baik, bisa banyak pemasukannya dorang dan itu bisa dikelola anak-anak muda disana”.
“Betul sekali bro”, sambung La Endo. Kalo jadi tempat wisata, semua titik-titik dijompi bisa diakses orang, mungkin bisa juga ditambakan wahana lain bemana menurutmu?”
“Pasati bisa to” Jawab La Angko. “Masih bisa pasang Flying fox dan penyewaan peralatan berenang tuk dewasa dan anak-anak”.

“Kalo ada camping ground pasti lebih bagus lagi”, mantap itu wyq potong la Elang. “Selain camping ground bisa juga kafe ato fila, pasti senang orang datang dan nginap disitu”. “Konturnya juga bagus, sungai dari atas berbentuk S dan disampingnya ada tebing batu yang tidak terlalu tinggi. Orang luar pasti lebih pilih nginap disini daripada di hotel”.

“Iyo di” kata La Firman, ”itu lapangan tenis diatas bisa dijadikan tempat parkir mobil, kolam renang dibawah yang sudah ditimbun bisa jadi parkir motor, bagusnya kalo begitu”
“Tinggal dicarikan posisi yang bagus untuk tempat jualan, seperti ubi goreng dan jualan-jualan kecil lainnya”.
“Ada yang kamorang lupa” kataku memotong pembicaraan mereka. “Di mata 1 bagusnya dibikin jembatan kayu diatasnya, bisa jadi tempat lewat dan bisa juga jadi tempat berfoto, bagimana?”
“Cocok, Mantap sekalimi itu, spot Photo Hunting perlu sekali dalam tempat wisata. Karena salah satu yang bikin orang datang yaitu hanya untuk foto-foto”.
“Jadi kapan kita pergi di Jompi?”

Dan kamipun hanyut dalam suasana malam, yang gelap tanpa penerangan yang cukup, dengan sedikit gerimis yang nampak romantis dibawah sinar lampu diluar sana.
***