Tapi dengan nyala redup ini
Kuingin tunjukkan beda gelap dan terang
Kebenaran dan Kebatilan
Orang yang ikuti cahaya
Meski redup nyalanya
Akan besar di hatinya
Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang didalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian (Pramoedya Ananta Toer)
Kota Bahagia adalah Kota yang mampu memberikan kebahagiaan bagi warganya. Saya ingin memulainya dari defenisi yang sederhana tentang Kota Bahagia, sesederhana yang saya pikirkan tentang jalan kebahagiaan.
Urbanisasi muncul karena ada kebutuhan, begitupun dengan kota sebagai sebuah peradaban. Kota lahir karena kebutuhan, bukan secara alamiah, melainkan dibentuk dengan sengaja oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya.
Mungkin sudah saatnya sebuah pendekatan baru lahir, dengan memadukan disiplin Planologi dan Neurosains untuk mewujudkan sebuah kota yang bahagia. Dengan kajian yang lebih fokus membahas sebuah perencanaan yang lebih memberikan pengaruh terhadap saraf otak dan membuat manusia lebih bahagia. Semoga tak terlalu dini, saya ingin menyebutnya sebagai NEURO PLANOLOGI.
Selalu ada kisah haru pada malam-malam disaat musim hujan yang pernah kita lalui bersama. Kau disana, dan aku disini, hanya kita berdua. Belum cukup setahun kita kenalan, tapi rasanya sudah bertahun-tahun kita berteman. Sangat akrab, dan kau selalu saja buatku rindu.
Pak Udin merupakan seorang Suku Bajo yang berasal dari Mola, pemukiman suku bajo terbesar didunia yang berada di Pulau Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi. Layaknya suku bajo yang selalu dikatakan dalam berbagai literatur, pak udin sangat menggantungkan hidupnya pada laut.
Mengenang masa lalu merupakan
kesenangan tersendiri, terkadang membuat tertawa kadang juga membuat dahi
berkerut, kenapa? Kenapa bisa begitu? Seandainya begini, maka mungkin akan jadi
begitu. Diantara berbagai kisah dan cerita masa lalu, saya teringat tentang
sebuah tempat, tempat yang seringkali menjadi tujuan saat pulang sekolah,
disaat senggang ataupun liburan, tempat itu adalah jompi. 
Lebaran
telah berlalu, sudah lewat beberapa minggu dan telah memasuki bulan baru. Ada
banyak momen berharga yang dilewati dan suasana lebaran pun ramai oleh keluarga
yang berkumpul, yang sebelumnya terpisah jauh tiba-tiba berkumpul dan menjadi
begitu erat. Ah suasana kembali ramai dan penuh canda, kebahagiaanpun terpancar
dari raut wajah yang berseri-seri sepanjang hari. Kota yang sebelumnya sunyi
mendadak menjadi ramai, bukan hanya saudara dan keluarga, bahkan teman yang
sebelumnya tak terlihat tiba-tiba muncul dan saling sapa sembari melepas
senyum, lebaran adalah hari yang paling membahagiakan, sepanjang hari dapat
menyaksikan wajah bahagia dan tawa dari orang-orang disepanjang jalan.
Setelah sekian lama akhirnya Pemda
Kabupaten Muna berniat membangun sebuah taman kota sebagai fasilitas publik
yang bisa digunakan oleh semua masyarakat. Selain sebagai (RTH) Ruang Terbuka
Hijau publik, pada taman tersebut juga akan dibangun monumen entah dia berupa
tugu atau prasasti atau mungkin juga relief yang konon katanya akan menampilkan
kisah dari zaman prasejarah mengenai peradaban tua di pulau muna dan juga
mengenai laying-layang. Saya kemudian bertanya-tanya kenapa baru sekarang? Tapi
sudahlah, yang jelas hal ini sudah cukup membuat tertarik, menurutku ini sangat
baik buat Kabupaten Muna yang saat ini sedang kehilangan identitas.
Berwisata merupakan hal menyenangkan
yang akan disukai oleh semua orang tidak terkecuali bagi siapapun orangnya,
mengenai motivasi melakukan kegiatan wisata, tentu akan menjadi salah satu
aspek aspek yang akan sangat menarik untuk dikaji dan diteliti. Ditengah
perkembangan aktifitas manusia sekaraang ini yang boleh dikatakan sangat padat,
sepertinya akan memicu semakin besarnya beban yang ditanggung oleh pikiran
sehingga dengan demikian maka manusia diera modern ini akan sangat membutuhkan
banyak refreshing, dan yang mampu menjawab kebutuhan tersebut adalah
pariwisata. Lantas apa sesungguhnya pariwisata itu sehingga orang-orang di era
modern seperti saat ini akan sangat membutuhkannya?