Neuroplanologi - Bahagia Untuk Menjadi Kuat

Kota Bahagia adalah Kota yang mampu memberikan kebahagiaan bagi warganya. Saya ingin memulainya dari defenisi yang sederhana tentang Kota Bahagia, sesederhana yang saya pikirkan tentang jalan kebahagiaan.

Urbanisasi dan Masyarakat Kota

Urbanisasi muncul karena ada kebutuhan, begitupun dengan kota sebagai sebuah peradaban. Kota lahir karena kebutuhan, bukan secara alamiah, melainkan dibentuk dengan sengaja oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya.

Neuroplanologi - Jalan Menuju Kota Bahagia / Happy City

Mungkin sudah saatnya sebuah pendekatan baru lahir, dengan memadukan disiplin Planologi dan Neurosains untuk mewujudkan sebuah kota yang bahagia. Dengan kajian yang lebih fokus membahas sebuah perencanaan yang lebih memberikan pengaruh terhadap saraf otak dan membuat manusia lebih bahagia. Semoga tak terlalu dini, saya ingin menyebutnya sebagai NEURO PLANOLOGI.

Silverqueen - Berhenti Menangis

Selalu ada kisah haru pada malam-malam disaat musim hujan yang pernah kita lalui bersama. Kau disana, dan aku disini, hanya kita berdua. Belum cukup setahun kita kenalan, tapi rasanya sudah bertahun-tahun kita berteman. Sangat akrab, dan kau selalu saja buatku rindu.

Pak Udin, Penjaga Tradisi Suku Bajo Mola di Wakatobi

Pak Udin merupakan seorang Suku Bajo yang berasal dari Mola, pemukiman suku bajo terbesar didunia yang berada di Pulau Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi. Layaknya suku bajo yang selalu dikatakan dalam berbagai literatur, pak udin sangat menggantungkan hidupnya pada laut.

Kamis, 11 Oktober 2018

Ghadeh & Chamran, Pertemuan Yang Mendahului Fisik

Mungkin ku tak mampu usir kegelapan ini
Tapi dengan nyala redup ini
Kuingin tunjukkan beda gelap dan terang
Kebenaran dan Kebatilan
Orang yang ikuti cahaya
Meski redup nyalanya
Akan besar di hatinya

Selasa, 25 September 2018

Pemain Bintang, Asli bukan Kawe (Pertandingan Futsal L.M.A Cup 2018)


Musik menjadi semakin keras, diikuti suara bas yang menggema sampai kedalam dada, seketika suasana stadion berubah bak diskotik malam yang menghanyutkan semua manusia dalam lantunan music disco, hingga dapat membuat kaki sampai kepala bergoyang-goyang sampai larut malam, bahkan bisa saja menembus pagi. Semua sangat bersemangat, suasana mendadak berubah menjadi riuh penonton yang sedari tadi menunggu dimulainya pertandingan Final Turnamen Futsal yang mempertemukan Smandara 2010 melawan Amboina Camp.

Minggu, 08 Juli 2018

Jompi, Potensi Wisata Yang Terlupakan


Mengenang masa lalu merupakan kesenangan tersendiri, terkadang membuat tertawa kadang juga membuat dahi berkerut, kenapa? Kenapa bisa begitu? Seandainya begini, maka mungkin akan jadi begitu. Diantara berbagai kisah dan cerita masa lalu, saya teringat tentang sebuah tempat, tempat yang seringkali menjadi tujuan saat pulang sekolah, disaat senggang ataupun liburan, tempat itu adalah jompi. 

Jompi merupakan kawasan hutan yang terdapat di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara, yang mana terdapat sungai bersih nan jernih dengan beberapa titik mata air yang dapat dilihat langsung keluar dari batu. Dari mata air itu kebutuhan air masyarakat di Kota Raha yang merupakan ibukota kabupaten muna terpenuhi.

Ini telah berlangsung sekian lama, mungkin juga sejak masa penjajahan belanda, karena masih terdapat beberapa peninggalan berupa bak penampungan, mesin air dan bangunan pendukung lainnya, serta pipa besar yang melintang dari bak penampungan sampai ke pdam.

Kata orang-orang tua itu dibuat pada zaman belanda, karena pipa yang digunakan merupakan pipa yang tidak berkarat dan juga sangat tebal sehingga tidak patah meskipun seringkali diinjak karena menjadi tempat lewat orang-orang menuju kebagian atas kearah mata air dan beberapa spot permandian lainnya.

Sejak dulu kami mengenal jompi dengan beberapa bagian yaitu air terjun, mata 1, air biru, mata 2 dan mata 3. Pembagian ini mungkin didasarkan pada titik-titik terdapat mata air besar yang terdapat disekitar badan sungainya. Jompi juga merupakan salah satu objek wisata yang terdapat didaerah perkotaan kabupaten muna dengan jarak tempuh yang sangat singkat dari pemukiman pusat kota yang juga selalu ramai oleh pengunjung pada setiap harinya, terutama pada hari minggu.

Salah satu bukti nyata bahwa jompi merupakan peninggalan belanda, selain terdapat prasarana air bersih, dibagian kanan jalur masuk kawasannya terdapat sebuah fila yang dilengkapi dengan kolam renang dan juga lapangan tenis. Posisinya sangat bagus karena merupakan daerah perbuktikan, sehingga dari tempat tersebut dapat langsung melihat kearah air terjun serta dapat menyaksikan langsung para pengunjung yang datang dan juga pulang.

Saat memasuki kawasan jompi, pengunjung disambut oleh air terjun dan bangunan mesin pompa air jaman belanda. Air yang jernih dan dingin serta beberapa batuan cukup besar menghiasi sekitar kolam air terjun. Untuk menikmati air terjun, kami biasanya melompat dari atas dengan tinggian ± 10 meter atau turun melewati permukaan batu besar yang cukup miring dan terkadang licin.

Sekedar informasi, untuk bagian lompat-melompat tadi, itu masa lalu dan terakhir saat SMA, tapi untuk saat ini, sepertinya saya harus berpikir 10…X untuk melakukan lompatan itu. Air terjun tersebut sepertinya memiliki kedalaman sekitar 5-7 meter.

Kawasan jompi merupakan area batuan gunung yang dibelah oleh sungai. Sekitar sungai merupakan area batuan dengan kontur agak terjal dan terdapat pohon sangat rimbun. Setelah air terjun merupakan area mata 1 dan berurutan sampai keatas yaitu mata 3. Untuk menuju mata 2 , ada 2 akses yg dapat dilalui, bisa lewat atas atau lewat hutan dan juga bisa ditempuh dengan lewat daerah bawah atau area pinggir sungai.

Apabila pengunjung ingin menikmati hutan dengan beragam jenis pohon, maka disarankan melewati jalur atas yang mana diujungnya terdapat batuan terjal namun menantang untuk sampai ke mata 2. Apabila ingin menikmati indahnya sungai, pengunjung boleh melewati jalur bawah yang mana pengunjung akan melewati sebuah titik pada sungai dengan air berwarna biru (Air Biru) yg terdapat tebing batu dengan tinggi ± 20 meter. Dan diujungnya pengunjung akan mendapati mata air yang sangat bersih, jernih dan dingin.

Apabila ingin berendam maka spot ini merupakan salah satu yang paling direkomendasikan. Pada dasarnya 2 jalur ini sama-sama dapat memberikan pengalaman berwisata yang sama baiknya hanya tinggal memilih jalur mana yg akan dilalui saat datang dan yang akan dilalui saat pulang. Setelah sampai di mata 2 kontur lokasi masih cenderung sama dengan mata 1, hanya saja tingkat kejernihan air sungai yang membedakan serta view kearah langit.

Di mata 1 pohon sangat rapat dan banyak terdapat pohon besar disekitar sungai, sehingga membuat area terlindung dari sinar matahari, sedangkan di mata 2 lebih terbuka sehingga dapat dengan leluasa melihat kelangit saat berenang. Dibagian tengah sungai mata 2 terdapat batu besar yang biasanya digunakan sebagai tempat rehat atau berpose saat berenang dengan kedalaman air kira-kira mencapai 1,5 - 2 meter dan dipenuhi kerikil kecil pada dasar sungai.

Selain batu juga terdapat 2 buah pipa besar yang melintang dari mata 3 sampai mata 1 yang biasa digunakan sebagai tempat duduk atau jalur pejalan kaki menuju mata 3.

Setelah mata 2 terdapat mata 3, yg juga memiliki mata air bersih, jernih dan dingin namun dengan kedalaman yang tdk sedalam mata 1 dan 2. Setelah mata 3 terdapat bak penampungan besar yg menampung air bersih kemudian dialirkan ke pipa besar tadi menuju pdam. Seperti itulah gambaran jompi saat SD sampai ketika saya tamat SMA dan berangkat kuliah.

Beberapa waktu lalu saya menyempatkan diri untuk berkunjung, hanya untuk melihat-lihat, tak adalagi orang yg dahulu biasa menjunjung keranjang pakaian, tak adalagi anak-anak yg berjalan bergerombol dan tak mengenakan baju, tak adalagi penjual gorengan yang dahulu berjualan di mata 1 dan tak banyak lagi kendaraan roda 2 yang ramai keluar masuk. Padahal saat itu sedang bulan puasa, biasanya saat bulan puasa jompi sangat ramai dengan orang-orang yang asik berenang tuk menghilangkan panas atau menyejukan badan.

Seketika kuhanya menarik napas agak dalam, dan melepaskannya dengan berat, tempat yang saat itu ramai dan menjadi tujuan orang-orang, tempat yang apabila orang bosan mencuci dirumah, dapat mencuci disini bahkan 5 karpet skalipun lewat. Kondisi jompi saat ini sangat memprihatinkan, sungai yg dulu jernih kini kotor. Hutan yang dulu rimbun kini hampir gundul semoga tidak menjadi kenangan dalam 5 tahun kedepan.

Saat ini Kabupaten Muna sedang gencar-gencarnya melakukan promosi wisata, slogan MAI TEWUNA pun dengan massif dikampanyekan, dengan harapan mampu menarik banyak orang/wisatawan agar mau datang dan berwisata di Muna. Berbagai objek wisata kemudian dimunculkan dengan foto-foto yang menarik dan bahasa yang menarik pula. Namun sayang seribu sayang, nama Jompi tidak ada didalamnya, bahkan dalam film jembatan pensil yang dibuat beberapa waktu lalu dengan tujuan untuk promosi wisata, kawasan jompi tidak sedikitpun mendapatkan bagian dalam pengambilan gambar ataupun dalam sebuah percakapan singkat para pemerannya. Apa yang terjadi? Sebaiknya jangan berspekulasi.

Untuk sejenak mari kita coba berpikir dengan perspektif pariwisata. Pariwisata muna sedang dalam proses pengembangan, semua objek wisata yang tersedia di Kabupaten Muna belum terdapat fasilitas memadai terutama jasa penginapan. Karenanya, ketika para wisatawan datang untuk berwisata di Kabupaten Muna maka pilihan tempat menginap hanya ada di daerah Kota (Raha). Objek wisata yang sering ditawarkan dan sering muncul dalam promosi beberapa tahun terakhir adalah Meleura yang terletak di Kecamatan Lohia dengan jarak ± 17 Km dari pusat kota. Ini jarak yang cukup jauh. Untuk sampai ke Kabupaten Muna wisatawan memupunya 3 opsi moda transportasi yaitu Udara, Laut dan Darat. Apabila lewat udara maka pilihan penerbangan adalah dari bandara Makassar dengan pesawat Wings Air dan Garuda, untuk pesawat garuda wisatawan dapat sampai dir Raha kira-kira pada pukul 11.00 (dengan kondisi jalan yang rusak), sedangkan apabila menggunakan pesawat wings air penerbangan dari Makassar dimulai pukul 13.20 sampai dengan 14.15 sehingga sampai di Raha kira-kira pukul 14.45. Dengan menghitung waktu ini yaitu pukul 11.00 dan 14.45, wisatawan tidak bisa langsung menuju tempat wisata di Kecamatan Lohia ketika sampai di Raha, karena masih butuh istrahat dikarenakan perjalanan yang cukup jauh. Dari sini sebetulnya jompi dapat memberikan alternative wisata dengan waktu singkat dan perjalanan pendek yang tidak melelahkan karena kawasan jompi masih berada didalam kota raha.

Foto jompi saat ini,










Sabtu, 07 Juli 2018

Reuni SD


Lebaran telah berlalu, sudah lewat beberapa minggu dan telah memasuki bulan baru. Ada banyak momen berharga yang dilewati dan suasana lebaran pun ramai oleh keluarga yang berkumpul, yang sebelumnya terpisah jauh tiba-tiba berkumpul dan menjadi begitu erat. Ah suasana kembali ramai dan penuh canda, kebahagiaanpun terpancar dari raut wajah yang berseri-seri sepanjang hari. Kota yang sebelumnya sunyi mendadak menjadi ramai, bukan hanya saudara dan keluarga, bahkan teman yang sebelumnya tak terlihat tiba-tiba muncul dan saling sapa sembari melepas senyum, lebaran adalah hari yang paling membahagiakan, sepanjang hari dapat menyaksikan wajah bahagia dan tawa dari orang-orang disepanjang jalan.

Kamis, 28 September 2017

Muna dan Identitas Yang Sempat Hilang

Setelah sekian lama akhirnya Pemda Kabupaten Muna berniat membangun sebuah taman kota sebagai fasilitas publik yang bisa digunakan oleh semua masyarakat. Selain sebagai (RTH) Ruang Terbuka Hijau publik, pada taman tersebut juga akan dibangun monumen entah dia berupa tugu atau prasasti atau mungkin juga relief yang konon katanya akan menampilkan kisah dari zaman prasejarah mengenai peradaban tua di pulau muna dan juga mengenai laying-layang. Saya kemudian bertanya-tanya kenapa baru sekarang? Tapi sudahlah, yang jelas hal ini sudah cukup membuat tertarik, menurutku ini sangat baik buat Kabupaten Muna yang saat ini sedang kehilangan identitas.

Sekedar mengenang kembali memori masa lampau, sekitar 20 tahun yang lalu dimana anak-anak seumuranku masih duduk dibangu sekolah dasar. Pemandangan kota raha masih klasik, saat malam tiba jalanan-jalanan belum terang benderang, lampu-lampu jalan yang menghiasi hampir semua jalan di kota raha seperti sekarang ini, saat itu masih jarang ditemui dan hanya terdapat dijalan baypass dan juga area pertokoan yang menjadi komplek pemukiman etnis tionghoa.

Keramian terpusat diarea baypass dan area pertokoan saat malam, dapat dibilang pusat kota ada pada daerah itu. Untuk momen-momen tertentu seperti balap motor ataupun acara-acara malam seperti pameran dan pasar malam sering sekali diadakan didaerah baypass, hal itu cukup mampu menghibur masyarakat kota raha.

Seketika kota menjadi ramai, penduduk dari kecamatan lain berbondong-bondong datang bahkan yang dari seberang pulau sekalipun rela datang, sehingga semua berbaur menjadi satu kemudian hanyut dalam kegembiraan, dalam keramaian suasana pameran.

Tak jauh dari situ di Jl. Jend Sudirman yang bersimpangan dengan Jl. Yos Sudarso terdapat tugu jambu mete. Dahulu tugu itu terlihat tua olehku yang masih kanak-kanak, dia dengan megah berdiri yang terdiri dari beberapa buah jambu mete yang sengaja disusun rapih dan dipuncaknya terdapat jam pada masing-masing sisinya yang berjumlah 4.

Letaknya sangat strategis karena berhadapan dengan pelabuhan, seolah hendak memberi pesan pada tiap pendatang bahwa inilah muna, inilah jambu mete kebanggaan Kabupaten Muna.

Saat turun dari kapal dan hendak akan memasuki kota raha, tugu jambu mete menyambut , seolah ingin menyapa tiap pendatang entah mereka pengusaha, wisatawan maupun masyarakat lokal yang pulang dari bepergian.

Itulah identitas kabupaten muna, daerah yang masyur dengan perkebunan jambu mete dan salah satu penghasil biji mete terbaik di Sulawesi Tenggara atau bahkan Indonesia yang tetap bertahan sampai memasuki awal tahun 2000an.

Saat itu terdapat Beberapa gudang jembu mete yang masih beraktifitas di kota raha dengan pemandangan mobil truk yang sehari-hari mengangkut karung mete kapasitas 50kg dan entah dibawa kemana.

Masih gampang pula disaksikan di kota raha para pekerja yang sehari-hari membelah biji mete dengan peralatan yang meskipun tradisional namun dapat mengeluarkan kacang mete dengan sempurna, ya sempurna tanpa terbelah ataupun pecah menjadi beberapa bagian.

Kira-kira sekitar tahun 2000an tugu tersebut menghilang, berganti dengan tugu biasa yang tidak memiliki nilai estetik sama sekali apalagi nilai sejarah maupun budaya. Tugu itu semacam pertanda berakhirnya era kacang mete di kabupaten muna, atau mungkin sebuah prasasti pertanda bahwa kacang mete di kabupaten muna tinggal sejarah.

Hahaha…sebetulnya tidak se extreme itu, buktinya sampai sekarang masih dijual kacang mete dalam bentuk kemasan dengan berat 8 ons sampai 1 kg, berarti Kab. Muna masih menjadi salah satu penghasil kacang mete di Sulawesi tenggara tapi dengan stok yang mungkin tidak sebanyak dulu.

Beberapa tahun kemudian setelah tuguh yang tidak memiliki nilai estetik itu selesai dibangun, dibangun pula tugu lain didekatnya yang lebih megah, lebih mahal dan tentunya lebih tinggi menjulang dari tugu tersebut maupun tugu mete sebelumnya.

Ketika tugu sebelumnya tidak mencerminkan identitas kabupaten muna sedikitpun, dibangunnya tugu baru seperti membawa misi tersendiri yang berusaha membangun kembali identitas kabupaten muna, bukan malah mengembalikan identitas muna sebagai penghasil kacang mete, tugu ini berusaha membangun citra baru, membangun identitas baru mengenai muna sebagai salah satu daerah penghasil kayu jati terbaik di Indonesia.

Meskipun identitas itu tidak salah-salah amat karena kenyataannya memang demikian, hutan di muna sebagian besar terdapat tanaman jati dengan usia puluhan tahun, maka wajar kalau jati di muna termasuk salah satu yang terbaik di Indonesia karena usianya lebih tua dari saya yang saat ini masih berusia 25 tahun namun boros di muka.

Memang muka tidak bisa menipu, saya selalu dipanggil kanda atau senior dari yang berusia lebih muda hanya karena melihat muka doaang, tapi anehnya itu tidak terjadi pada yang lain, ada orang yang lebih tua tapi mukanya keliatan lebih muda, tapi kenapaaa?? Kenapa harus sayaa? Kenapaaaa? Tampar akuu maas…taampaaarr, seperti itulah ekspresi denny siregar apabila dia ada diposisiku saat ini.

Berpuluh-puluh tahun lamanya kabupaten muna mencari identitas, dari salah satu penghasil biji mete terbaik kemudian berganti menjadi salah satu penghasil jati terbaik dan yang terbaru berusaha mengangkat identitas sebagai daerah dengan sejarah layang-layang tertua didunia.

Dari 3 identitas yang sebelumnya dimunculkan, sejarah mengenai layang-layang ini lebih banyak mengandung nilai, diantaranya nilai sejarah, pengetahuan, ekonomi dan juga wisata. Karena syarat nilai maka tidak salah apabila hal ini kemudian diangkat sebagai identitas kab. Muna dan lewat sejarah layang-layang ini sudah saatnya Kabupaten Muna berbenah diri untuk menjadi salah satu daerah tujuan wisata bagi wisatawan nasional dan mancanegara.


_Azis Syahban, Makassar 28 September 2017

Rabu, 27 September 2017

Pariwisata 2 : Wisatawan

Pariwisata sebagai sebuah industri menekankan pada upaya bagaimana menarik wisatawan dalam jumlah besar, karena pada tahap ini banyak atau tidaknya wisatawan/ pengunjung menjadi faktor penting yang menentukan besar dan kecilnya pemasukan yang didapat. Dengan alasan itu pula maka berkembang sebuah pemikiran dalam industri pariwisata, yaitu bagaimanapun caranya dalam penyelenggaraan pariwisata tujuan yang ingin dicapai adalah “Menahan wisatawan agar semakin lama tinggal dan beraktifitas ditempat wisata ataupun didaerah yang menjadi tujuan wisata”

Pariwisata 1 : Defenisi

Berwisata merupakan hal menyenangkan yang akan disukai oleh semua orang tidak terkecuali bagi siapapun orangnya, mengenai motivasi melakukan kegiatan wisata, tentu akan menjadi salah satu aspek aspek yang akan sangat menarik untuk dikaji dan diteliti. Ditengah perkembangan aktifitas manusia sekaraang ini yang boleh dikatakan sangat padat, sepertinya akan memicu semakin besarnya beban yang ditanggung oleh pikiran sehingga dengan demikian maka manusia diera modern ini akan sangat membutuhkan banyak refreshing, dan yang mampu menjawab kebutuhan tersebut adalah pariwisata. Lantas apa sesungguhnya pariwisata itu sehingga orang-orang di era modern seperti saat ini akan sangat membutuhkannya?