Neuroplanologi - Bahagia Untuk Menjadi Kuat

Kota Bahagia adalah Kota yang mampu memberikan kebahagiaan bagi warganya. Saya ingin memulainya dari defenisi yang sederhana tentang Kota Bahagia, sesederhana yang saya pikirkan tentang jalan kebahagiaan.

Urbanisasi dan Masyarakat Kota

Urbanisasi muncul karena ada kebutuhan, begitupun dengan kota sebagai sebuah peradaban. Kota lahir karena kebutuhan, bukan secara alamiah, melainkan dibentuk dengan sengaja oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya.

Neuroplanologi - Jalan Menuju Kota Bahagia / Happy City

Mungkin sudah saatnya sebuah pendekatan baru lahir, dengan memadukan disiplin Planologi dan Neurosains untuk mewujudkan sebuah kota yang bahagia. Dengan kajian yang lebih fokus membahas sebuah perencanaan yang lebih memberikan pengaruh terhadap saraf otak dan membuat manusia lebih bahagia. Semoga tak terlalu dini, saya ingin menyebutnya sebagai NEURO PLANOLOGI.

Silverqueen - Berhenti Menangis

Selalu ada kisah haru pada malam-malam disaat musim hujan yang pernah kita lalui bersama. Kau disana, dan aku disini, hanya kita berdua. Belum cukup setahun kita kenalan, tapi rasanya sudah bertahun-tahun kita berteman. Sangat akrab, dan kau selalu saja buatku rindu.

Pak Udin, Penjaga Tradisi Suku Bajo Mola di Wakatobi

Pak Udin merupakan seorang Suku Bajo yang berasal dari Mola, pemukiman suku bajo terbesar didunia yang berada di Pulau Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi. Layaknya suku bajo yang selalu dikatakan dalam berbagai literatur, pak udin sangat menggantungkan hidupnya pada laut.

Rabu, 15 April 2020

My Story

Lampung di Sumatera, Pontianak di Kalimantan, Manokwari di Papua, Jogjakarta di Pulau Jawa, semua pernah kusinggahi. Kalau kuingat sebuah acara tv yang hits beberapa tahun lalu, Jejak Petualang, mungkin seperti itu juga kisahku kala itu. Sangat bersemangat, bahkan Afrika sekalipun akan kudatangi seorang diri kalau memang ada alasan kerjaan untuk kesana.

###
Beruntung akhinya saya bisa kuliah di Makassar, kota besar dan salah satu tempat berkumpul orang-orang dari timur Indonesia. Saat memilih jurusan, saya tak tau kalau jurusan ini yang membawaku mendatangi hampir semua daerah di Sulawesi Selatan. Kecuali Enrekang dan Tanah Toraja. 

Siapa yang bisa mengira masa depan, saat kecil dulu kemudian memasuki bangku sekolah sampai SMA. Betapa gambaran masa depan tak pernah muncul apalagi  sempat terpikirkan. Hidup seperti hanya untuk hari ini, dan saat berpikir tentang hari esok, itu semata-mata karena ada PR dari guru yang harus dikumpul.

Jogjakarta, Malioboro 2006
Semangat berpetualang kudapati saat kuliah dan saat bekerja di konsultan. Itu sangat berbanding terbalik dengan kehidupan saat kecil sampai SMA dikampung halaman. Dahulu saya tak mengenal dengan baik tempat kelahiranku, bahkan banyak nama jalan dalam Kota Raha serasa asing bagiku. Kecuali ada bangunan atau rumah orang tertentu sebagai penandanya.

Apalagi Kota Kendari yang jadi Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, saya tak cukup familiar. Tahun 2007 saya yakin lebih mengenal Kota Parepare daripada Kota Raha. Saya lebih tau setiap jalan dan lorong dalam Kota Parepare daripada Raha. Barulah tahun 2018 sampai kini tahun 2020 saya bisa mengenal Kota Raha.

Perjalananku keluar daerah dimulai tahun 2005, Kota Makassar menjadi tujuanku untuk melanjutkan sekolah ketingkat yang lebih tinggi. Darisana petualanganku dimulai, dan Kabupaten Jeneponto adalah daerah pertama di Sulawesi Selatan yang kudatangi. 

Bulusaraung 2008
Ada kenangan yang sangat berkesan ketika menyebut Jeneponto. Tidur didepan kamar mandi, mandi bersama tiga orang teman lelaki, semua dalam keadaan b***l. Berkumur air laut bekas teman, rasanya asin-asin gimana gitu. Ditampar perempuan, kepala diinjak dan dipukul penggaris logam, membasuh muka dengan air bekas cuci piring bau kencing, sampai ditampar sendal eiger hitam setebal 2 centimeter.

Ah, sudahlah. Kata seorang teman saat orientasi dulu, kuliah tanpa ospek seperti sayur tanpa garam. Kuyakin dia menyesali perkataannya itu setelah selesai ospek. Karena dia menjadi sasaran empuk para senior, seperti temanku yang rahangnya goyang dan terpaksa harus makan bubur selama 3 bulan setelah ospek.

Ada 2 daerah yang sangat akrab saat itu, Parepare dan Pangkep. 2 daerah itu yang hampir selalu kami datangi, baik untuk urusan kuliah maupun urusan kerjaan. Ya, saya sudah ikut konsultan saat semester 5, menjadi surveyor. Bersama teman-teman ditugaskan di Kota Parepare sekitar 1 bulan lebih, untuk melakukan pendataan pada 20.000 bangunan gedung.

Parepare, 2005
Tentu saja itu jumlah yang tidak sedikit, 20.000 bangunan gedung didata dengan cara door to door, atau dari rumah kerumah. Menggunakan metode wawancara langsung dan dicatat pada selembar kuisioner. Makanya saya lebih mengenal Kota Parepare, karena setiap hari dalam sebulan lebih berjalan kaki keluar masuk lorong dan melakukan wawancara.

Jangan tanya berapa bayarannya, karena bisa kerja dikonsultan saat itu adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Apalagi dipimpin seorang dosen yang dikenal cerdas dan keren di Universitas 45 Makassar. Yang selama kuliah S1, S2 dan S3, selalu mendapat gelar Cumlaude, atau lulusan terbaik. 

Kalau kalian membayangkan dia dosen berkacamata, berbaju kemeja lengan panjang dan celana kain, kalian salah besar. Penampilannya lebih keren dari itu, nyatanya banyak mahasiswa wanita yang bilang begitu. Dan akhirnya saya menjadi stafnya selama 3 tahun, sebagai Drafter juga Surveyor.

1 hal yang jadi penyesalanku saat bekerja disana. Yaitu menolak nilai bagus dari asisten untuk 1 mata kuliahnya, padahal itu mata kuliah 4 sks. Meskipun akhirnya saya mendapat nilai B dengan susah payah.

Foto Wisuda
Tahun 2012 saya memilih untuk menyelesaikan kuliah dan wisuda. Itu pilihan buatku yang sudah dari tahun 2009 Nol kredit dan mulai menyusun tugas akhir. Sebetulnya saya bisa memilih menundanya setahun atau dua tahun lagi. Tapi petualangan baru sedang menanti.

Seharusnya saya bisa ikut wisuda akhir tahun 2011, tapi ketua jurusan saat itu tak mengijinkan. Seandainya dipaksakan, mungkin saya takkan mendapat nilai tertinggi di Ujian Meja dan mendapat predikat Terbaik saat Yudisium. Syukurlah, setidaknya saya cukup bangga dengan itu.

Bandung, terminal baru untukku setelah itu. Dari sana petualanganku jadi semakin luas dan mampu menjangkau tempat-tempat jauh di Nusantara. Setelah menempuh 2 jam dari Makassar ke Jakarta, saya masih harus menempuh 2 jam lagi dengan Bis Primajasa menuju Kota Bandung. 

Kayaknya ini di Garut/Tasik, tahun 2013
Tempat yang baru, masyarakat baru, teman-teman baru dan lingkungan baru. Lama tidaknya saya disana akan ditentukan seberapa cepat saya mampu beradaptasi. Saya telah melalui tahap awal dari teori Evolusi Darwin, yaitu melakukan Mutasi dari Makassar ke Bandung. Ketika mampu beradaptasi, maka saya akan berevolusi.

Banyak yang menolak Teori Darwin hanya karena tak mau mengakui berasal dari monyet. Memang apa yang buruk dengan monyet, bukankah dia bentuk kurang sempurna dari manusia. Padahal waktu kecil, ketika kita semua belum mampu berpikir dan bertindak mandiri, kita juga bertingkah seperti monyet.

Disuru menyanyi, kita menyanyi. Disuru tertawa kita tertawa. Disuru angkat tangan kanan atau kiri, kita lakukan. Coba liat para anak kecil, bukankah mereka seperti kita saat kecil dulu?. Mereka bentuk yang kurang sempurna dari kita yang sekarang. Begitupun dengan monyet.

Daripada monyet, mungkin buaya lebih bisa diterima. Tak banyak yang tau, kalau kita mewarisi otak buaya. Namanya otak Reptilia atau Reptillian Brain. Makanya banyak yang bisa berubah menjadi Buaya Darat.

Lampung Selatan
Nyatanya saya mampu beradaptasi dan merasa nyaman di Bandung. Dari sana saya mengenal daerah lain di Jawa Barat. Tasikmalaya, Garut, Sumedang, juga Pangandaran daerah asal Bu Susi, mantan Mentri Kelautan dan Perikanan. 

Saya masih ingat kerjaan pertama yang saya kerjakan, lokasinya di Sulawesi Utara tepatnya di Kota Bitung. Untuk pergi kesana harus naik pesawat 3 jam dari Jakarta ke Manado, tanpa transit Makassar. Dan sampailah saya ke Manado, bersama seorang Tenaga Ahli Teknik Informatika dan seorang perwakilan Kemenhub.

Manado, 2012
Kami memilih hotel di Kota Manado untuk menginap, juga menyewa mobil beserta supir sehari penuh selama beberapa hari kegiatan di Bitung. Sayangnya kami tak sempat berlibur selama disana, atau paling tidak merasakan bibir Manado. Eh salah, maksud saya bubur Manado.

Hanya 2 minggu setelah kembali dari Manado, saya kembali harus terbang ke Pontianak. Cuaca pagi itu sedikit buruk, hanya awan mendung berwarna abu-abu yang terlihat dari pesawat Jakarta-Pontianak. Kegiatan dilaksanakan Maraton, supaya kami bisa kembali ke Bandung sorenya dan tak jadi menginap.

Sampai kembali ke Makassar tahun 2015, saya telah berkeliling Jawa Barat, pergi ke Lampung, dan beberapa daerah di Provinsi Banten. Benar yang dikatakan Darwin, setelah melakukan mutasi kemudian adaptasi, saya telah berevolusi selama di Bandung. 

Setidaknya itu dapat kurasakan, saya lebih siap secara mental dan kejiwaan untuk berbicara didepan orang banyak sebagai pembicara seminar. Ini pengalaman yang tidak akan saya dapatkan sekiranya menetap di Makassar sampai tahun 2015, dan Bandung memberikannya padaku. 

Seminar di Kemenhub, 2013
Saya patut berbangga, karena saya satu dari beberapa alumni Planologi 45 yang pernah membawakan seminar proyek ditingkat Kementrian lebih dari 5 kali. Setauku sampai saat ini, hanya ada beberapa alumni Plano 45 yang dapat melakukannya, dan saya salah satunya.

Setelah dari Bandung, saya lebih banyak bepergian ke Gorontalo dan Sulawesi Utara dari Makassar. Ada satu tempat di Sulawesi Utara yang ketika itu sangat menarikku ingin kesana, Kepulauan Talaud yang berbatasan dengan Filipina. Daerah itu masuk dalam list kerjaan kami, dan sayangnya ada tim lain yang dibentuk khusus untuk pergi kesana.

Bolaang Mongondow Utara, Buroko 2016
Padahal saya sudah menyatakan kesanggupan untuk kesana, huh, sayang sekali anda belum beruntung, kata partner kerjaku. Selama 3 tahun saya bolak balik Sulawesi Utara, kadang dari Manado kadang juga dari Gorontalo. Dan Kota Minahasa menjadi daerah di Sulut yang belum kusinggahi.


Kotamobagu 2016
Sedikit tips dariku buat yang ingin atau ada agenda ke Manado. Cobalah datang saat pengumuman kelulusan siswa SMA. Darisana jangan lupa singgah di Kota Kotamobagu, kata temanku perbedaan Kotamobagu dengan Manado seperti 11-12. Entahlah, sampai terakhir di Kotamobagu dia belum menunjukan mana 11 yang dimaksud olehnya.

Akhir bulan September 2017 saya masih di Boroko, Bolaangmongondow Utara, dan kabar gembira itu datang. Ada kerjaan di Papua dan saya terlibat didalamnya, sebagai ketua tim teknis. Tak perlu berpikir, saya langsung menjawab oke. Itu respon kilat setelah perjalanan ke Maluku dan Maluku Utara gagal tahun 2013 lalu.

Dan saya pun Sampai ke Bumi Cenderawasih, senangnya. Saya harus bershalawat 3X karena nikmat itu. Manokwari dan Sorong, 2 tempat yang saya kunjungi beserta tim untuk menyelesaikan pekerjaan pariwisata. Itu pekerjaan yang sangat berat dan gila menurutku.

Seminar TWA, Sorong 2017
Karena lelang yang selalu batal, kamipun menanggung beban harus menyelesaikan kerjaan hanya dalam waktu 23 hari. Dengan sumberdaya yang terbatas akhirnya kami mampu menyelesaikannya dengan bobot 95%, minus gambar 3 dimensi dan Animasi. Saya sangat bersyukur kami memiliki tim yang solid saat itu, dan semua anak muda.

Pengalaman tak menyenangkan kudapati saat proses mengurus administrasi. Ancaman pembunuhan lewat telepon oleh rekanan orang buton di Manokwari. Sampai akhirnya semua menguap begitu saja.

###
2 tahun berlalu setelah papua, saya merasakan ada yang hilang secara perlahan. Dalam perjalanan Muna-Makassar, rasanya sangat jauh dan ada sedikit ketakutan. Itu jarak yang ditempuh dalam waktu 1 jam, tapi yang kurasakan seperti berjam-jam lamanya. Makassar seperti begitu jauh bagiku, sedikit aneh mengingat saya telah pergi ketempat yang lebih jauh.

Makassar 2020
Hal itu mulai berubah menjadi ketakutan untuk naik pesawat, dan bepergian seorang diri ketempat yang jauh diluar daerah. Kutakut perasaan itu muncul lagi ketika akan berangkat ke Jakarta beberapa bulan lalu. Dan itu tak terjadi. Sepertinya perjalanan ke Jakarta sedikit mengembalikan jiwa petualangku yang hampir hilang.

Saya teringat bukuku yang entah hilang atau kulupa sedang meminjamkan keteman, judulnya "Belajar Cerdas Berbasis Otak". Dalam bahasa Muna nya Brain Base Learning. Menurut buku itu, membaca bukan satu-satunya jalan untuk cerdas,  tapi masih banyak cara lain. Salah satunya bepergian keberbagai tempat.

Saat pertama kali pergi ketempat baru, mata kita akan merasa asing pada lingkungan sekitar. Barulah beberapa saat setelah itu mata kita akan terbiasa. Taukah kalian, selama masa adaptasi itu dari asing menjadi biasa, otak sedang bekerja. Sel otak bernama neuron, yang memiliki dendrit akan membangun sebuah jaringan baru dengan dendrit lainnya. Dan akhirnya terbentuklah jaringan-jaringan baru, kalau tak salah ingat namanya Neurotransmiter. Kalau salah, tolong diingatkan.

Bepergianlah kebanyak tempat selagi mampu. Tak ada yang tau, mungkin disalah satu tempat yang kau datangi ada sisa-sisa kebahagiaan yang bisa kau bawa pulang.

Salam.

Selasa, 14 April 2020

Buku The Brain Warrior's Way Cookbook, Tak Percaya? Saya Bisa Membacanya

Sumber gbr : https://m.yelp.com
Ketika menyebut nama Daniel Amen, mungkin orang-orang akan bertanya "siapa dia?, apakah dia orang Indonesia?". Ya, namanya memang tidak populer di Indonesia, tapi percaya atau tidak, apa yang telah dilakukannya akan sangat banyak menolong hidup kita.

Lewat buku yang ditulisnya, yang sudah tersebar diseluruh dunia dan saat ini sampai juga dihadapanku, "The Brain Warrior's Way Cookbook".

Tentu saja ini buku berbahasa inggris dan saya dapat membacanya. Untuk sekedar membaca tulisan berbahasa inggris saya cukup baik, seperti menyanyikan lagu Nothing But Love nya Mr. Big. Saya hanya kesulitan pada bagian lain, yaitu bagian mengartikan. Dan itu cukup menyebalkan.

Untung saja dunia internet tak pernah berhenti menghasilkan manusia-manusia luar biasa. Sehingga saya bisa membaca pengantar buku ini dalam bentuk file doc yang sudah berbahasa Indonesia. Meskipun masih ada beberapa kata yang tak dapat diterjemahkan, dan itu resiko bagi yang selalu mencari layanan Free seperti saya.

Saya mengartikan judul buku ini dengan "Buku Resep Jalan Kesatria Otak", dan itu terjemahan saya pribadi. Saya memilih cara ini, karena situs terjemahan gratis dan google translate tak dapat menerjemahkan keseluruhan kata pada judul buku. Dengan judul tersebut, sepertinya lebih membuatku nyaman saat membacanya.

Apa kalian tau, ini buku resep makanan. Bagi yang berharap ini buku resep yang berisi jurus-jurus beladiri untuk menjadi kesatria, maaf, anda sudah salah. Karena menjadi kesatria bukan hanya tentang memiliki jurus dan pandai menggunakan senjata beladiri. Menjadi kesatria yaitu memilih jalan hidup kesatria dan mengamalkannya dalam kehidupan.

Seperti yang seringkali dikatakan Naruto sebagai "Jalan Ninja". Dalam budaya jepang dinamakan Bushido, yaitu semangat hidup yang terdiri atas kode etik dan nilai-nilai moral tertentu. Bushi diartikan sebagai kesatria, dan Do artinya Jalan. Dengan alasan itulah saya memilih menggunakan kata Jalan Kesatria untuk mengartikan judul buku ini.

Kesatria otak berarti memilih jalan hidup untuk senantiasa mengkonsumsi makanan yang menyehatkan otak. Melawan gaya hidup selama ini yang mengkonsumsi makanan menurut lidah juga leher. Apa yang dianggap enak dan lezat oleh leher dimakan, tanpa bertanya apakah itu menyehatkan atau malah akan membawa penyakit bagi tubuh.

Makanan memiliki 2 wajah, ada yang menyembuhkan seperti obat dan ada yang beracun seperti racun. Karenanya dalam memilih jenis makanan, sebaiknya jangan bertanya pada leher atau lidah, karena mereka selalu berhasil menipu. Tapi bertanyalah pada otak, karena otak lebih tau mana makanan yang baik dan mana yang tidak untuk tubuh kita.

Dalam bagian pengantarnya Daniel Amen mengatakan bahwa kebutuhan pokok kita terhadap makanan, tak lepas dari perhatian produsen makanan siap saji atau makanan instan. Saya tak ingin berspekulasi mengenai hal itu, tapi bisa saja mereka dengan sengaja memberi tambahan pemanis dan pewarna berlebihan supaya menarik mata dan lidah.

Akhirnya hanya kepuasan lidah dan leher yang kita dapatkan. Sedangkan tubuh dan otak akan menanggung efek lain karena memakannya. Perlu diingat, banyak penyakit tiba-tiba muncul karena diakibatkan makanan dan pola makan yang tidak teratur. Karenanya kita harus melakukan perang terhadap makanan, dan disinilah kita harus memilih jalan kesatria untuk memenangkannya.

Sederhananya, buku ini akan mengajarkan jalan untuk menjadi Kesatria Otak. Yang memaparkan secara terperinci program untuk menjalani kehidupan sebagai Kesatria Otak. Dan tentu saja untuk menghindarkan kita dari gaya hidup tak baik yang dapat menyebabkan penyakit kronis, diabetes, penyakit jantung, ADHD, depresi dan penyakit Alzheimer.

Bukan hanya menghindar dari penyakit, buku resep ini juga mengandung resep-resep makanan yang dapat membangkitkan energi dan meningkatkan daya fokus. Karena tubuh butuh energi dan daya fokus untuk memenangkan perang ini. Setelah sekian lama tersandera sebagai tawanan dari industri makanan yang perlahan-lahan mencuri kesehatan dan kebahagiaan kita.

Selain resep, buku ini juga memiliki panduan yang akan memandu kita membuat keputusan cerdas dalam menyiapkan makanan dirumah. Atau dalam memilih restoran maupun rumah makan. Panduan tersebut terdiri atas 10 prinsip utama pemenuhan nutrisi Kesatria Otak, yaitu sebagai berikut :

ü  Pikirkan kalori berkualitas tinggi.
ü  Minumlah banyak air.
ü  Makan protein berkualitas tinggi dalam dosis kecil sepanjang hari.
ü  Makanan berkarbohidrat pintar (berserat tinggi).
ü  Fokuskan diet anda pada lemak sehat.
ü  Masak dengan bumbu dan rempah untuk meningkatkan kesehatan otak anda.
ü  Pastikan makanan anda sebersih mungkin
ü  Jika anda mengalami masalah dengan suasana hati, energi, ingatan, berat badan, gula darah, tekanan darah atau kulit, hilangkan makanan yang mungkin menyebabkan masalah, terutama gandum dan biji-bijian yang mengandung gluten atau makanan, susu, kedelai, jagung.
ü  Fokus pada makanan sehat otak sepanjang hari, tetapi berpuasa setidaknya selama 12 jam antara makan malam dan sarapan.

Selain mengatur pola dan pemilihan jenis makanan, prinsip tersebut juga mengatur cara diet, salah satunya dengan cara berpuasa. Ini sangat mirip dengan apa yang dilakukan umat islam ketika tiba bulan Ramadhan, hanya saja umat islam melakukannya selama 14 jam. Mulai dari sahur pukul 04.00 subuh dan berbuka ketika tiba malam atau mulai pukul 18.00.

Daniel Amen mengatakan kalau ini memang perang, tapi perang yang sangat dapat dimenangkan. Cara terbaik untuk melawan adalah Mempersenjatai diri dengan pengetahuan dan rencana untuk mengembalikan kesehatan Anda.

Pada akhirnya, kesehatan Anda adalah tanggung jawab Anda. Anda harus menjadi penasihat kesehatan Anda sendiri untuk diri sendiri dan orang yang Anda cintai jika Anda ingin memenangkan perang ini.

Tentu saja akan lebih jelas dan terang ketika membaca isi buku ini, daripada sekedar membaca pengantar. Dan saya harus berusaha lebih keras untuk mencari cara mengkonversi file epub menjadi pdf atau doc. Supaya dapat diterjemahkan oleh situs gratis tadi, itupun kalau kehadiranku tak dianggap ilegal dan diminta untuk registrasi.

Ya, begitulah, resiko pencari layanan free.

***
Mungkin ada banyak buku resep makanan sehat untuk tubuh atau untuk menghindari penyakit. Paling banyak ditulis dengan pendekatan agama, dan itu biasanya lebih laris. Sebetulnya buku ini juga ditulis dengan pendekatan agama, karena menganjurkan pada kebaikan, sebagaimana agama menyeru untuk berbuat baik.

Buku ini memang sangat menarik, karena dibuat berdasarkan hasil riset pada klinik otak yang dikelola Daniel Amen sendiri. Hanya saja, untuk diterapkan di Indonesia sepertinya butuh penyesuaian pada beberapa hal. Karena perbedaan lidah dan jenis makanan pokok Amerika dan Indonesia cukup berbeda. Meskipun bahan dasarnya sama.

Tentu saja penyesuaian dilakukan juga berdasarkan riset. Karena bisa saja Daniel Amen menerapkan apa yang telah dilakukan perusahaan makanan lainnya, untuk mengambil keuntungan dari kelemahan dan oenderitaan kita. Dengan merekomendasikan jenis makanan yang membuat sakita tapi kita sangat tergantung padanya.

Solusinya ya, membuka klinik otak di Indonesia. Mungkin itu akan lebih realistis, mengingat banyak orang Indonesia saat ini sedang mengalami kerusakan otak. Itu bisa dilihat dari banyaknya yang menyebar berita bohong dan ketakutan-ketakutan di media sosial.

Yang terakhir, ini adalah referensi yang sangat berguna untuk mewujudkan Kota Bahagia, lewat pendekatan makanan. Karena kebahagiaan juga bisa didapatkan lewat makanan, seperti yang sebelumnya sudah saya sebutkan.

Semua orang tentu butuh makan, tapi tidak semua mampu membeli jenis makanan yang menyehatkan otak. Kota Bahagia harus memikirkan itu, mencari solusinya, dan meramunya menjadi sebuah gagasan yang dapat diwujudkan.

Selamat makan...

Rabu, 08 April 2020

Corona Membuka Mata Kita Pentingnya Para Perawat

Belakangan Kita sering mendengar istilah Perawat dan Tenaga Medis dalam pemberitaan media televisi dan media elektronik. Dalam penanganan pasien Virus Corona mereka sering disebut-sebut berada digarda terdepan. Himbauan dari mereka pun sangat berarti, untuk menghindarkan masyarakat dari terjangkit virus.

Tenaga Medis dan Perawat atau disebut juga Tenaga Keperawatan (dalam bidang pengabdiannya) sama-sama merupakan Tenaga Kesehatan. Apabil Tenaga Medis terdiri dari Dokter dan Dokter Spesialis, maka Tenaga Keperawatan terdiri dari berbagai jenis Perawat yang secara aturan dibedakan dengan Bidan. Jadi Perawat bukan Bidan, dan Bidan juga bukan Perawat.

Perawat tak dapat dilepaskan dari sejarah panjang cerita kesehatan umat manusia. Saat perang bersenjata berkecamuk, ataupun perang melawan wabah virus yang mengancam jutaan nyawa, para perawat selalu ada bersama korban. Dapat dikatakan dimana ada wabah atau penyakit menular, maka disitu selalu ada perawat, tentu saja selain dokter.

Para perawatlah yang membasuh luka ditubuh, membersihkannya dengan lembut, kemudian memberi perban. Mereka orang pertama yang kan menanyakan kondisi pasien, mencatat, kemudian memberi laporan pada dokter untuk ditindaki lebih lanjut. Mereka orang yang akan selalu siaga diruang Gawat Darurat.

Saya teringat kejadian tahun 2013. Saat itu sudah 2 minggu saya tinggal dirumah melawan sakit yang tak kunjung membaik. Dan akhirnya saya memutuskan agar dibawa saja ke Rumah Sakit untuk dilakukan pengobatan. Namanya Rumah Sakit Santo Yusuf di Kota Bandung. Jangan bayangkan dari Raha ke Bandung, karena saat itu saya memang tinggal di Bandung.

Sejak pertama kali pengobatan dilakukan yaitu pemasangan impus setelah pemeriksaan, hanya seorang gadis berpakaian putih didekatku. Dengan lembut ia menusukkan jarum ditangan kiriku, merubah kecepatan aliran cairan bening yang mengalir dari botol dan masuk ketubuhku lewat jarum tadi. 

Tentu saja saya tak merasakan sakit saat ditusuk jarum, entahlah kalau lelaki yang melakukan, rasanya pasti akan sangat sakit.

Selama hampir 2 minggu nginap di Rumah Sakit, hanya perempuan putih-putih itu yang datang hampir setiap waktu. Pagi membawa obat dan makan, Sore membawa makanan dan perlengkapan mandi, malam datang lagi membawa obat dan makanan. Padahal saya sangat berharap diceritakan suatu kisah supaya bisa tidur nyenyak, tapi tak pernah terjadi. Ah, mungkin karena saya yang tak meminta.

Bagi yang pernah ke Rumah Sakit, pasti sering melihat mereka disemua sudut. Mereka itulah para Perawat. Yang hampir setiap malam begadang menjaga para pasien, dan akan selalu siaga jikalau saat tengah malam ada keluhan. Maka jangan heran kalau mereka terlihat lebih langsing dari tenaga kesehatan lainnya.

Saat Corona menyerang dan memakan korban jiwa, apakah mereka ikut libur?. Tidak. Perawat tetap bekerja sesuai tugas pokok dan prosedur pelayanan serta perawatan pasien yang berlaku. Bersama Dokter, mereka memakai masker, Kacamata, memakai Face Shield (Pelindung Wajah), Baju hazmat 2 lapis, sarung tangan 3 lapis, sepatu boot, untuk memastikan kondisi pasien corona setiap saat.

Selama Berjam2 APD itu melekat ditubuh mereka, membungkus sampai mereka tak merasakan lagi sejuknya pendingin ruangan. Belum lagi perasaan was-was serta waspada yang terus bertanya-tanya akan keselamatan mereka dari ancaman tertular Covid 19. Itu karena mereka orang yang paling dekat dengan pasien positif Corona, juga yang paling berpotensi ikut tertular dari mereka.

Tanpa mengecilkan peran tenaga kesehatan lainnya, mungkin disaat sekarang ini profesi perawat yang paling berbahaya. Dalam pekerjaanya mereka dituntut menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan orang lain. Mereka dituntut menekan virus supaya tak menyebar kemereka sendiri dan orang lain. 

Ruang isolasi pasien ibarat arena pertarungan, dan mereka sebagai gladiator yang harus memenangkan pertarungan diatas arena tanpa penonton. Mereka berjuang dalam senyap, jauh dari hingar bingar dunia luar yang sedang panik karena takut lapar tapi menuntut segera dilakukan Lockdown. 

Mereka ibarat koin dengan 2 sisi berbeda, sangat dibutuhkan tapi juga dihindari. Mereka dibutuhkan dimedan laga, berperang demi orang banyak. Tapi mereka juga yang pertama ditolak tetangga saat ingin pulang kerumah. Seperti pasien positif, mereka juga mengisolasi diri dari keluarga dan ligkungan sosial.

Mungkin karena itu pemerintah akan memberikan insentif besar bagi dokter dan perawat. Pada beberapa Rumah Sakit bahkan menawarkan kontrak beberapa bulan, dengan gaji yang sangat fantastis. Setidaknya itu sangat jauh berbeda dengan yang mereka terima selama ini dari RSUD di daerah.

Apakah dengan begitu sudah cukup?. Gaji besar tapi tak dilengkapi peralatan memadai akan sangat besar resiko perawat ikut tertular. Bagaimanapun kondisi dan apapun jenis penyakit yang diderita, mereka akan selalu ada memberikan perawatan yang maksimal. Maka pemerintah dituntut supaya membekali mereka dengan peralatan perang paling canggih.

Hanya dengan menonton tv dan membayangkan tugas mereka, kita jadi tahu betapa melelahkannya para perawat berada di garis depan. Betapa berat beban yang diletakkan dipundak mereka setiap hari. Tenaga serta emosi mereka seakan selalu terkuras dalam peperangan yang belum terlihat kapan akan berakhir ini. 

Atas jasanya kita layak memberikan penghargaan sangat tinggi bagi para perawat. Mereka seperti pahlawan bertopeng, yang menyelamatkan dunia dari balik topeng juga jubah. 

Namun begitu mereka juga merupakan manusia biasa, yang sangat berharap mendapat jaminan sebagai bekal untuk hidup dihari tua. Seperti yang sebelumnya pernah dilakukan kepada sebagian besar Tenaga Bidan diseluruh Indonesia.

Semoga badai cepat berlalu dan Indonesia cepat terbebas dari Virus Corona/ Covid 19.

Senin, 06 April 2020

Orang Indonesia Itu Unik

Kalau saya menjadi orang luar, saya akan bertanya bgini : Apa sebetulnya yang ditakuti orang Indonesia?. Pertanyaan seperti itu sangat layak tuk diajukan, karena apa yang diperlihatkan para penduduk +62 sedikit bertolak belakang.
.
Ada yang bilang penduduk negri +62 gampang panik, dan beberapa kasus membenarkan itu. Seperti yang terjadi ketika lewat tengah malam tadi, tersebar berita yang menghebohkan jagad media sosial Indonesia. Seorang bayi yang baru lahir langsung dapat berbicara, wow luar biasa. Makin luar biasa karena yang diucapkannya adalah cara supaya terhindar dari virus yang sedang berusaha menghancurkan dunia.
.
Makan 2 butir telur rebus supaya terhindar dari virus corona, katanya. Padahal belum jelas kebenarannya tapi oleh penduduk +62 langsung dilakukan. Orang-orang merebus telur tengah malam, ada yang makan sendiri, ada juga yang rame-rame. Dan persediaan telur untuk bertahan hidup sela 3 hari pun habis.
.
Apakah itu bentuk kepanikan?, mungkin juga tidak. Karena sepertinya itu sudah menjadi kebiasaan penduduk +62. Coba ingat-ingat kasus Ponari, seorang anak yang secara tak sengaja menjadi dukun karena menemukan batu ajaib sewaktu bermain hujan. Karena batunya itu, Ponari diserbu penduduk dari pelosok pulau jawa yang ingin menyembuhkan penyakitnya.
.
Berita-berita seperti itu sudah biasa. Penduduk +62 paling senang dengan hal-hal instan. Kalau itu bentuk kepanikan harusnya mereka lebih takut terserang virus corona dan berdiam diri dirumah ketika larangan keluar rumah dikeluarkan. Tapi nyatanya itu tak juga dilakukan, saat sekolah dan kantor diliburkan, penduduk +62 malah sibuk pergi liburan.
.
Ini jelas-jelas sikap yang sangat bertolak belakang. Disaat virus corona menyerang dan yang dinyatakan positif hampir menyentuh angka 1000 orang, harusnya mereka lebih waspada dan mengurung diri dirumah. Dengan begitu kasus telur rebus akan dikatakan bentuk kepanikan penduduk +62 karena virus yang menyerang.
.
Saya sendiri bingung dengan hal itu. Tapi saya yakin kalau orang luar justru lebih bingung lagi. Kalau saya ketemu mereka dan ada yang bertanya tentang itu, saya sudah tau apa yang harus dilakukan. Kasi saja 2 biji telur rebus, aman.

Dari Ranu Kumbolo

Sumber Foto : https://www.hipwee.com
Aku pernah mengenal keagungan Cinta dari kisah Layla Majnun, dari renungan-renungan mistik Jalaluddin Rumi juga dari seorang prajurit revolusi bernama Mustafa Chamran. Cinta mereka sangat agung, aku yang hanya seorang pendosa ini takkan mungkin mengerti kenikmatan yang mereka rasakan karena mencinta. 

Ah, kenikmatan cinta, sejak kapan hal seperti itu terpikirkan lagi olehku. Selama bertahun-tahun aku hidup didalam kubangan lumpur. Tak pernah terpikirkan lagi olehku bagaimana indahnya taman bunga, warna dan wewanginya yang buat kekupu mendekati tuk mengisap sarinya. Rerumputan hijau terhampar, yang membuat hati merasa tentram dan damai, entah kapan akan bertemu kembali. Aku berada didunia yang berbeda, sepertinya ini penjara tapi jelas bukan neraka para pendosa. Mungkin juga ini surga, yang menampakan diri dalam wajah lain. Entahlah, sudah sangat lama indra dan akalku mati suri, tak mampu lagi membedakan antara penderitaan dan kebahagiaan, antara benar dan salah, antara baik dan buruk.

Seandainya semua bisa seperti majnun, tulus memberikan segalanya kepada layla tanpa alasan. Dan semua bisa seperti layla yang tulus memberikan segalanya kepada majnun tanpa tuntutan. Tak mungkin. Manusia hanyalah mahluk yang memberi karena alasan dan menerima dengan tuntutan. Menjadi Majnun berarti memberikan segalanya pada sebagiaan dirinya, karena layla dan majnun adalah satu kesatuan yang terpisah di alam mahiyah. Kenapa?, aku tak dapat mengartikannya, juga tak mampu memahaminya. Mereka sangat jauh dari sini, dari tempatku sedang berbaring terlentang merasakan sesak karena dosa besar yang kian mencekik.

***
Namaku Bara, seorang lelaki paruh baya berumur 40 tahun. Jika diijinkan berumur panjang, 40 tahun kemudian umurku 80 tahun dan saya akan menjadi semakin tua. Entahlah, apakah menjadi setua itu enak atau tidak saya belum ingin memikirkannya. Karena saat ini saja banyak masalah datang tanpa mengucap salam, tak juga pamit untuk segera pergi dan menjauh.

Saat ini saya sedang menikmati keindahan danau Ranukumbolo, dalam pendakianku yang pertama menuju puncak Semeru. Dahulu kuingin kesini bersama teman-teman, entah aku atau mereka yang selalu sibuk, nyatanya waktu luang kami tak selalu bisa bertemu dalam hari dan tanggal yang sama.

Saya memilih berlibur kegunung, bukan lari dari masalah atau memilih mengasingkan diri seperti yang dilakukan Soe Hok Gie karena kecewa. Dari sini selalu kuingat sepasang kelinci peliharaan kita, mereka lucu dan menggemaskan. Kau dan aku selalu menggendongnya, merawatnya dengan sangat baik sampai badannya tumbuh besar dan gemuk seperti sekarang ini. Terkadang kita tak selalu sepaham bagaimana cara merawat mereka, bagaimana mengatur makanannya dan membersihkannya. Dan dari situ masalah selalu muncul. 

Aku tak ingin mengajarimu, karena kutau kau orang terpelajar. Aku juga tak berani membimbingmu karena aku yang sekarang juga butuh bimbingan. Kutau kelinci binatang yang mudah stress pabila mendapatkan lingkungan yang ribut dan gaduh. Tapi percayalah aku juga sangat menyayangi mereka, tapi dengan cara yang mungkin sedikit berbeda denganmu. Tak mungkin kudapat berbuat yang sepertimu, karena pada dasarnya kita pribadi berbeda yang akan dilihat sama oleh 2 ekor kelinci peliharaan kita.

Disini, dipinggir danau saya dan rombongan beristirahat. Untuk menuju puncak semeru hanya tinggal sedikit lagi, tapi sepertinya saya tak cukup tertarik dengan itu. Melihat danau yang indah ini sudah buatku merasa sangat bahagia, saat duduk dipinggirnya diriku diliputi perasaan damai dan dadaku yang dahulu sesak seperti menarik oksigen dengan lancar tanpa hambatan.

Suatu saat nanti, kita sepertinya harus membawa kedua kelinci kita kesini. Mereka mungkin akan sangat bahagia bermain dan berlari diantara rerumputan yang tumbuh liar disekitar danau.

Minggu, 05 April 2020

Karigurashi no Atrietty dan Kisah Manusia Kecil

Saya coba mengingat-ingat lagi, kapan pertama kali membaca atau menonton film manusia kecil. Seperti manusia mini, peri, kurcaci, atau semacamnya. Yang seperti itu biasanya ada dalam cerita fantasi, seperti kisah Oki dan Nirmala yang sering dimuat Majalah Bobo dan sangat populer dikalangan anak-anak tahun 90an. 

Masa kecil dan dunia fantasi, masa-masa dunia imajinasi dibentuk untuk memelihara harapan bertemu peri atau kurcaci. Dan kenangan akan masa itu muncul kembali saat menonton film Karigurashi no Arrietty.

Film ini sebenarnya sudah cukup lama,  dirilis tanggal 17 juli tahun 2010, dan saya baru menontonnya tahun 2020. Film animasi jepang  bergenre Drama Fantasi yang diproduksi Studio Ghibi. Berdasarkan informasi dari Wikipedia, film  ini diangkat dari sebuah buku berseri karya Mary Norton dengan judul The Borrower, yang menurut penelusuranku memiliki 2 seri.

***
Kisah tentang manusia kecil/kerdil sudah ada sejak lama. Dibeberapa negara bahkan telah berkembang sedemikian rupa dan menjadi cerita rakyat. Seperti kisah Patupaiarehe yang juga disebut Turehu dari Selandia Baru. Merupakan sosok laki-laki kecil seperti peri, yang tinggal jauh didalam hutan atau di pegunungan.

Menurut cerita, mahluk itu memiliki kulit yang sangat pucat, dengan rambut pirang berwarna menyala. Meskipin oleh sebagian orang dikatakan masih terdapat simpang siur. Kisah itu telah menjadi sebuah Mitologi yang sangat dipercaya oleh sebuah suku di Selandia Baru, yaitu suku Mori.

Di Afrika Barat terdapat kisah tentang mahluk mungil seperti peri yang tinggal jauh didalam hutan. Namanya Aziza. Menurut kepercayaan orang Dahomey mereka mahluk ajaib yang baik, yang kerap membantu manusia ketika sedang berburu.

Ada juga kisah tentang El Duende, yang digambarkan sebagai pria kecil dengan tinggi sekitar 90 cm. Menurut mitologi dia sering mengenakan topi merah dan pakaian dari kulit binatang. Dikatakan kisah tentang El Duende ini berasal dari semenanjung Iberia, kemudian menyebar ke Amerika Latin, Filipina dan Guam karena penjajahan.

Yang cukup terkenal adalah kisah tentang Leprechaun yang berasal dari cerita rakyat Irlandia. Dia digambarkan sebagai seorang lelaki tua berjenggot dengan tinggi sekitar 60 sampai 90 Cm. Dikisahkan juga dia selalu mengenakan mantel, topi juga sepatu yang bagus.

***
Arrietty merupakan seorang anak perempuan dari keluarga manusia kecil, yang dikisahkan dekat dengan manusia. Dekat tapi tidak saling kenal, dekat tapi tidak saling berkomunikasi satu sama lain. Dekat karena mereka memilih untuk tinggal dibagian bawah lantai rumah manusia.

Arrietty adalah tokoh utama dalam Film Karigurashi no Arrietty, yang mengisahkan kehidupan para manusia kecil. Sebagian dari mereka tinggal bersama manusia tanpa disadari. Mereka memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara meminjam dari manusia, seperti kebutuhan dapur untuk hidup sehari-hari.

Mereka berjalan diruang-ruang kosong atau dicelah tembok rumah. Untuk rumah yang memilili kolong, atau rumah panggung dengan kolom tertutup, mereka tinggal didalamnya. Mereka meminjam dari manusia pada waktu tengah malam, ketika semua orang dalam rumah sedang tertidur lelap.

Sama seperti kisah manusia kecil sebelumnya, Arrietty dan mahluk kecil lainnya sangat menjauhi Manusia. Mereka akan pergi sangat jauh ketika tak sengaja sampai terlihat oleh manusia. Meskipun bergenre fantasi, film ini berusaha menghadirkan kisah manusia kecil seperti dalam cerita rakyat dan keyakinan pada sebuah mitologi.

Di Indonesia sendiri kejadian seperti itu pernah viral tahun 2017 lalu. Ketika sebuah video yang diunggah akun youtube bernama Fredography, menampilkan mahluk kecil serupa manusia yang terdapat di hutan aceh. Setelah ditelusuri berdasarkan ciri-ciri fisiknya, diperkirakan mahluk tersebut merupakan Suku Mante, suku yang mendiami pedalaman hutan Aceh.

Film ini kembali mengingatkan pada kita pada kemungkinan adanya mahluk lain selain manusia. Entah dengan ukuran lebih besar ataupun lebih kecil, yang keberadaannya hanya bisa diungkapkan lewat cerita rakyat yang telah turun temurun diwariskan. 

Ada sebuah dialog yang cukup berkesan dari film ini, yaitu ketika Arrietty bertemu Sho untuk menyampaikan kalau mereka harus pindah. Kemudia Sho mengatakan beberapa hal pada Arrietty.

"Mungkin suatu saat nanti cuma kamu yang akan tersisa, karena jumlah kalian yang sangat sedikit. Karena kalian adalah spesies yang terancam punah. Bermacam2 spesies telah punah dari dunia ini. Banyak spesies cantik, harus punah karena berubahnya lingkungan, sangat disayangkan tapi itulah takdir yang harus kalian hadapi".

Ada pesan penting didalamnya. Yang beberapa tahun belakangan menjadi sorotan dunia dan menyebabkan permasalahan baru bagi seluruh dunia. Yaitu "Perubahan Lingkungan". Mungkin terlambat untuk kita sadari, tapi perubahan lingkungan juga ikut ambil bagian dari rusaknya beberapa ekosistem bumi.

Kiranya tak salah untuk sedikit mempercayai keberadaan mereka. Keberadaan para mahluk kecil penghuni bumi selain manusia, binatang, pepohonan dan mungkin juga hantu. Setidaknya dengan mempercayai hal itu, kita akan lebih menjaga lingkungan dan tidak egois mengeksploitasinya untuk kebutuhan manusia saja.

Memasuki era milenium, kisah peri dari hutan, goa atau negri dongeng seperti mulai menjauh dari masa kecil anak-anak masa kini. Film-film yang membentuk dunia imajinasi dan memelihara harapan ingin bertemu peri atau kurcaci dengan mengunjungi hutan atau goa, sudah sangat jarang. 

Akhirnya bermunculan berbagai film berlatar kekerasan berbungkus agama dan kisah asmara yang tak layak dikonsumsi anak-anak. Dan keinginan menjaga hutan dan lingkungan yang didoktrinkan sejak kecil tak lagi dilakukan.

Sekiranya dengan begitu bumi akan sedikit berubah dan lingkungan dapat terjaga. Maka saya sendiri sangat ingin mempercayai keberadaan mereka. 

Kamis, 02 April 2020

Neuroplanologi - Bahagia Untuk Menjadi Kuat

Sumber Gbr : http://youmatter.world/

Kota Bahagia adalah Kota yang mampu memberikan kebahagiaan bagi warganya. Saya ingin memulainya dari defenisi yang sederhana tentang Kota Bahagia, sesederhana yang saya pikirkan tentang jalan kebahagiaan. Karena kebutuhan akan kebahagiaan tak pernah surut ditiap zaman. Malah sebaliknya justru semakin besar, terutama dizaman ini.

Karenanya menjadi tantangan besar bagi para Planner kedepan, untuk menyiapkan sebuah perencanaan kota yang mampu memberikan kebahagiaan bagi warganya. Tapi apakah kebahagiaan bisa dibagi?, atau mampukah kota memberikan kebahagiaan kepada warganya?.

***
Tahun 2020 diawali dengan berat bagi hampir semua negara didunia, tak terkecuali negara kita Indonesia. Virus Corona atau Covid 19 menyerang dengan begitu cepatnya. Dalam waktu hanya sebulan jumlah orang positif terserang virus telah melebihi angka 1000. Per tanggal 31 Maret 2020, tercatat korban jiwa karena Covid 19 adalah 122 jiwa, dan 75 orang berhasil sembuh.

Kondisi ini telah menyedot perhatian masyarakat, khususnya yang bermukim diperkotaan. Kabar jumlah Pasien Positif yang begitu besar, yang tiap hari bertambah 100 lebih, direspon sebagian netizen dengan kepanikan. Imbasnya permintaan Lockdown makin ramai, tanpa memperhitungkan masalah lain yang akan terjadi, seperti yang dialami Italia, Amerika juga India.

Banyak energi warga terbuang percuma karena masalah ini. Berita Hoax banyak beredar, kabar horor tentang serangan virus yang buat orang meninggal seketika ditengah jalan. Orang positif yang tak tau menau terjangkit dari siapa atau orang yang tak tau positif dan menularkan pada keluarganya.

Akhirnya kecurigaan-kecurigaan terakumulasi dan menyatu dalam pikiran. Sikap panik pun muncul, dan semua yang ada diluar selain dirinya akan dicurigai sebagai pembawa virus yang kemungkinan menyerang. Isolasi dilakukan pada semua penghuni rumah tanpa terkecuali, tak bisa menolak dan tak boleh menerima tamu siapapun orangnya.

Dalam kondisi seperti itu saya ingin mengutip sebuah kisah dari seorang Filosof Muslim besar, yang namanya mahsyur karena keahliannya dalam pengobatan. Namanya Ibn Ali al-Husayn, atau yang lebih dikenal dengan Ibn Sina. Ibn Sina berpesan "Jangan pernah katakan kepada pasien bahwa penyakitnya tidak dapat diobati, sesungguhnya sugesti kalian merupakan obat bagi pasien."

Hal itu dibuktikannya dalam sebuah kasus ketika mengobati seorang pangeran muda Gurgan, salah satu daerah dipesisir Laut Kaspia. Saat sakit, banyak tabib (dokter) yang sudah mencoba menyembuhkan sang pangeran. Namun, semuanya gagal.

Kemudian datanglah Ibnu Sina yang mencoba memeriksa denyut nadinya. Ia menggunakan metode yang sangat berbeda dengan tabib-tabib lainnya. Sambil memegang denyut nadi pangeran, Ibnu Sina memintanya menyebutkan nama-nama orang yang ada di kerajaan itu.

Ketika sang pangeran menyebut nama seorang perempuan lengkap dengan alamatnya, Ibnu Sina mendapati denyut nadi sang pangeran berdetak lebih kencang.

Setelah itu, alih-alih memberi obat, justru Ibnu Sina meminta pangeran agar menikahi gadis yang ia sebut namanya tersebut. Ia ingin membuat hati pangeran bahagia dan jiwanya lebih tenang. Dan benarlah, setelah itu pangeran sembuh karena jiwanya jauh kebih bahagia.

Atas teori tersebut Ibnu Sina mengatakan bahwa suatu penyakit tidak hanya datang karena lemahnya fisik seseorang melainkan adanya keterkaitan jiwa.

Menurut Ibnu Sina, "Delusi (waham) adalah setengah dari penyakit, ketenangan adalah setengah dari obat, kesabaran adalah awal dari penyembuhan."

Kebahagiaan akan membawa ketenangan dan membuat tubuh menjadi kuat. Karena ketika seseorang merasa bahagia, maka tubuh akan menghasilkan senyawa tertentu yang akan membantu dalam memperkuat kekebalan tubuh. Ini akan memberi perlindungan pada tubuh supaya tidak gampang terserang penyakit.

Salah satu hasil penelitian PNI yang dipublikasikan di New England Journal of Medicine pada 1991. Melaporkan sekelompok ilmuwan mengadakan survei kepada sejumlah orang yang diminta memakai obat semprot hidung. Beberapa dari obat tersebut mengandung virus demam ringan dan sisanya hanya mengandung garam. Para objek penelitian tidak tahu kandungan mana yang mereka dapat.

Hasilnya, mereka yang  pikirannya stres mengalami gejala flu. Di sisi lain, mereka yang tidak terlalu stres dapat melawan virus tersebut, terlepas dari usia, berat badan, pola diet, dan faktor lainnya.

Kejadian-kejadian itu menjelaskan keterkaitan yang sangat kuat antara badan dan pikiran. Pabila pikiran terganggu maka badan pun akan merasakan dampaknya. Sedangkan jika pikiran kita tenang dan bahagia, maka badanpun akan senantiasa sehat. Lantas apakah kebahagiaan itu dan bagaimana cara mendapatkannya?.

***
Kebahagiaan telah menjadi topik yang sering dibicarakan para seniman, filsuf dan cendikiawan sejak zaman dahulu. Aristoteles sendiri melihat kebahagiaan sebagai sesuatu yang menjadi tujuan akhir manusia. Ketika mendapatkannya maka manusia tidak membutuhkan hal lain lagi, dengan kata lain sirnalah kebutuhan lainnya, karena manusia telah mendapatkan apa yang sebenarnya dicari selama hidupnya.

Charles Montgomery sendiri memaknai Kota Bahagia, lewat bagaimana kesejahteraan masyarakat dapat tercipta. Artinya kota bahagia dapat terwujud ketika kebutuhan dasar manusia telah terpenuhi. Hal ini tidak sejalan dengan pendapat Ibn Khaldun yang mengatakan bahwa masyarakat kota selalu mencari kenyamanan. Ketika kebutuhan dasar telah terpenuhi, mereka cenderung melihat kebutuhan yang lebih tinggi lagi untuk dipenuhi. Dan begitu seterusnya.

Untuk memperoleh gambaran awal mengenai kebahagiaan, ada baiknya kita menyimak yang disampaikan John Kekes dalam Encyclopedia Of Ethics ;

Kita dapat mengidentifikasi bagian yang inti, dan disepakati tentang apa yang kita pahami sebagai kebahagiaan, jika rujukannya adalah hidup secara keseluruhan. Orang yang memiliki kebahagiaan, puas dengan kehidupannya.

Secara keseluruhan keadaan mereka persis seperti yang mereka inginkan. mereka tidak menderita konflik batin, depresi, kecemasan atau frustasi. Mereka tidak menyesal atas keputusan yang mereka ambil. Mereka juga tidak terus menerus atau seringkali marah, kecewa, iri hati, merasa bersalah, malu atau cemburu.

Kita dapat memahami 2 bentuk kebahagiaan berdasarkan gambaran tersebut, yaitu yang tampak dalam bentuk Episode dan Sikap. Pertama dalam bentuk episode, kebahagiaan dapat terpahami lewat kumpulan dari kejadian-kejadian yang memuaskan kita. Yaitu kebahagiaan yang berasal dari apa yang kita miliki dan apa yang kita lakukan.

Seperti perasaan bahagia manakala kita memiliki rumah, mobil, istri yang cantik, hubungan yang baik, pengetahuan, atau bahkan penghormatan dari orang lain. Selain itu kita juga dapat merasakan kebahagiaan ketika menonton hiburan, makan makanan enak, berpikir dan merenung, juga mengapresiasi keindahan alam.

Kedua, kebahagiaan dalam bentuk sikap, yaitu makna rangkaian episode itu dari keseluruhan rangkaian hidup kita. Seperti ketika kita merasa bahagia karena memiliki dan melakukan semua yang kita inginkan. Mungkin tidak semua yang kita lakukan akan penting buat kita dan dapat memberikan kebahagiaan.

Tapi ada hal-hal yang cukup dan sangat penting dalam hidup, yang dapat memberikan kebahagiaan bagi kita ketika kita dapat melakukannya. Selain itu, terkadang ada hal yang tidak penting bagi kita tapi sangat penting bagi orang lain, dan akan memberikan kebahagiaan ketika kita melakukannya.

***
Mengapa kita tidak membicarakan kebahagiaan secara lebih sederhana, dan menggunakan sains untuk mengenalnya. Mungkin itu akan menjadi lebih menarik daripada yang disuguhkan banyak ceramah dengan materi yang rumit dan abstrak. Saya yakin dengan begitu kita akan mudah mengerti bagaimana kebahagiaan tercipta dan bagaimana menciptakannya.

Ada 4 Hormon yang sangat berpengaruh ketika kita merasa bahagia. Mereka akan secara otomatis diproduksi oleh otak saat manusia merasa bahagia atas sesuatu hal yang dimiliki atau dilakukan. Keempat Hormon tersebut adalah Endorfin, Dopamin, Oksitosin dan Serotonin. 

Cukup sederhana kan. Secara sains, kita bisa memperoleh atau merasa bahagia dengan merangsang otak supaya memproduksi keempat hormon tersebut. Kita hanya perlu sedikit lebih dekat dengan mereka, dan tau apakah sesungguhnya hormon itu serta bagaimana cara otak memproduksinya. Tentu saja dengan cara alami bukan dengan obat-obatan.

1 - Dopamin
Hormon dopamin juga disebut sebagai hormon pengendali emosi. Saat dilepaskan dalam jumlah yang tepat, hormon ini akan meningkatkan suasana hati, sehingga orang akan merasa lebih senang dan bahagia. Sebaliknya, kekurangan hormon dopamin akan membuat suasana hati menjadi buruk, bahkan dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi.

Hormon dopamin adalah senyawa kimiawi di otak yang berperan untuk menyampaikan rangsangan ke seluruh tubuh. Hormon ini memengaruhi berbagai aktivitas manusia, mulai dari kemampuan mengingat hingga menggerakkan anggota tubuh. Hormon ini juga memainkan peran integral dalam sistem penghargaan, mengendalikan motivasi, keinginan, dan mengidam.

Hormon Dopamin juga memengaruhi beberapa fungsi tubuh antara lain :
# Suasana Hati
# Tidur
# Belajar
# Gerakan
# Kewaspadaan
# Aliran Darah
# Keluaran Urin

Apabila kita kekurangan kadar Dopamin, maka akan terdapat tanda-tanda sebagai berikut :
# Tubuh sering lemas dan tidak semangat melakukan apa pun.
# Mendadak malas melakukan aktivitas yang biasanya dilakukan secara rutin.
# Ada penurunan kekuatan pada otot.
# Gangguan tidur (kerap terjadi pada beberapa orang sehingga kualitas istirahat menurun).
# Susah merasa puas dengan yang dilakukan (mudah kecewa).
# Sering bangun terlambat setiap hari karena gangguan tidur.
# Mudah lupa dalam banyak hal, apalagi saat mempelajari hal baru.

Yang dapat dilakukan untuk merangsang tubuh dalam meningkatkan produksi Dopamin :
# Kurangi konsumsi lemak jenuh
# Lakukan Olahraga dengan rutin
# Mengonsumsi cukup protein
# Perbanyak probiotik (Yogurt, Tahu, dll)
# Perbaiki pola tidur
# Coba lakukan relaksasi
# Berjemur setiap pagi
# Gunakan suplemen

2 - Endorfin
Hormon Endorfin adalah senyawa kimia yang diproduksi di kelenjar hipotalamus dan hipofisis pada otak dan membantu menghilangkan rasa sakit atau stres. Endorfin seringkali dikaitkan dengan rasa gembira, sehingga dikatakan sebagai salah satu hormon kebahagiaan.

Berikut beberapa manfaat Hormon Endorfin bagi tubuh :
# Membantu mengatasi masalah depresi
# Mengurangi stres dan rasa cemas
# Meningkatkan rasa percaya diri
# Mengatasi masalah nyeri saat persalinan
# Membantu mengontrol berat badan


Beberapa gejala yang dapat timbul jika tubuh tidak memproduksi endorfin dengan cukup :
# Depresi
# Gelisah
# Murung
# Timbulnya rasa sakit dan nyeri
# Sulit tidur
# Perilaku impulsif

Untuk meningkatkan hormon Endorfin, ada beberapa cara alami yang dapat dilakukan :
# Berolahraga teratur
# Melakukan yoga dan meditasi
# Menghirup aromaterapi
# Berhubungan seks
# Mengonsumsi cokelat hitam
# Bercengkrama dengan sahabat
# Menonton film
# Berbuat baik

3 - Serotonin
Rasa senang dan kebahagiaan yang kita rasakan berkaitan dengan senyawa kimiawi di dalam tubuh, pun begitu saat Anda merasa stres dan sedih. Salah satu senyawa kimiawi tubuh tersebut adalah serotonin, yang menjadi primadona bagi banyak orang karena fungsinya yang penting. Serotonin merupakan senyawa kimiawi didalam tubuh yang dapat bertindak sebagai neurotransmitter sekaligus sebagai hormon.

Serotonin memainkan peran penting untuk kesehatan, mulai dari kondisi psikologis, proses pembekuan darah, hingga sistem pencernaan. Berikut ini beberapa fungsi serotonin sebagai sistem tubuh :
# Memperbaiki mood
# Berperan dalam proses pembekuan darah
# Membantu fungsi sistem pencernaan
# Membantu mengendalikan siklus tidur

Beberapa gejala jika tubuh kekurangan hormon Serotonin :
# Ngidam makan makanan manis atau bertepung
# Susah tidur
# Rendahnya rasa percaya diri
# Sering gelisah
# Suasana hati tidak karuan
# Merasa linglung

Beberapa cara sehat untuk meningkatkan Serotonin dengan alami yaitu :
# Mengonsumsi makanan bergizi (Pisang, Telur, Ikan Tuna, Biji-bijian, Sayuran Hijau, dll)
# Berolahraga
# Mendapat sinar matahari
# Memanjakan tubuh dengan pijat


4 - Oksitosin
Hormon oksitosin berada di dalam hipotolamus pada otak. Hormon ini dikeluarkan oleh kelenjar pituitari yang terletak di dasar otak. Oksitosin juga dikenal sebagai hormon cinta, yang dipercaya berperan penting dalam tingkah laku manusia.

Berikut beberapa manfaat Hormon Oksitosin bagi tubuh :
# Memainkan fungsi dalam hubungan seksual
# Berpengaruh terhadap kondisi mental
# Membantu proses persalinan dan menyusui
# Membuat tidur lebih baik
# Menguatkan ikatan batin antara ibu dan anak
# Memicu insting untuk melindungi

Beberapa gejala jika tubuh kekurangan hormon Oksitosin seperti :
# Kurangnya Empati
# Kesulitan memahami dan merespons petunjuk
# Menyebabkan depresi
# Tingginya tingkat kecemasan

Beberapa cara sehat untuk meningkatkan Oksitosin dengan alami yaitu :
# Berpelukan lebih lama
# Meningkatkan keintiman
# Kegiatan memacu adrenalin
# Berinteraksi dengan orang lain baik didunia nyata maupun media sosial

***
Bukan tidak mungkin kebahagiaan diproduksi dan diberikan. Sains telah memberikan jalannya dan para perencana dapat memulainya dari mengenal gejala yang dialami tubuh apabila kekurangan Hormon kebahagiaan. Setelah itu masyarakat dapat dirangsang dengan berbagai cara atau program yang bertujuan meningkatkan produksi 4 hormon kebahagiaan itu. Dan dari uraian diatas, ada 2 cara paling umum yang dapat dilakukan, yaitu dengan Makanan dan Olahraga.

Penulis : Laode Muh. Azis Syahban, H
___
Referensi :