Neuroplanologi - Bahagia Untuk Menjadi Kuat

Kota Bahagia adalah Kota yang mampu memberikan kebahagiaan bagi warganya. Saya ingin memulainya dari defenisi yang sederhana tentang Kota Bahagia, sesederhana yang saya pikirkan tentang jalan kebahagiaan.

Urbanisasi dan Masyarakat Kota

Urbanisasi muncul karena ada kebutuhan, begitupun dengan kota sebagai sebuah peradaban. Kota lahir karena kebutuhan, bukan secara alamiah, melainkan dibentuk dengan sengaja oleh manusia untuk memenuhi kebutuhannya.

Neuroplanologi - Jalan Menuju Kota Bahagia / Happy City

Mungkin sudah saatnya sebuah pendekatan baru lahir, dengan memadukan disiplin Planologi dan Neurosains untuk mewujudkan sebuah kota yang bahagia. Dengan kajian yang lebih fokus membahas sebuah perencanaan yang lebih memberikan pengaruh terhadap saraf otak dan membuat manusia lebih bahagia. Semoga tak terlalu dini, saya ingin menyebutnya sebagai NEURO PLANOLOGI.

Silverqueen - Berhenti Menangis

Selalu ada kisah haru pada malam-malam disaat musim hujan yang pernah kita lalui bersama. Kau disana, dan aku disini, hanya kita berdua. Belum cukup setahun kita kenalan, tapi rasanya sudah bertahun-tahun kita berteman. Sangat akrab, dan kau selalu saja buatku rindu.

Pak Udin, Penjaga Tradisi Suku Bajo Mola di Wakatobi

Pak Udin merupakan seorang Suku Bajo yang berasal dari Mola, pemukiman suku bajo terbesar didunia yang berada di Pulau Wangi-wangi Kabupaten Wakatobi. Layaknya suku bajo yang selalu dikatakan dalam berbagai literatur, pak udin sangat menggantungkan hidupnya pada laut.

Selasa, 17 Desember 2019

Ruang hijau perkotaan dapat mencegah kematian dini

Ringkasan: Sebuah meta-analisis dari sembilan studi longitudinal mengungkapkan ruang hijau perkotaan secara signifikan terkait dengan pengurangan kematian dini. Penurunan 4% dalam kematian dini dikaitkan dengan setiap peningkatan 0,1 dalam skor vegetasi dalam jarak 500 meter dari bangunan tempat tinggal.
Sumber: ISGLOBAL


Greenness perumahan dapat melindungi terhadap kematian karena semua penyebab dini, menurut tinjauan sistematis dan meta-analisis yang dilakukan oleh Institut Barcelona untuk Kesehatan Global (ISGlobal), sebuah lembaga yang didukung oleh "la Caixa", bekerja sama dengan Universitas Negeri Colorado dan Dunia. Organisasi Kesehatan (WHO), dan diterbitkan dalamThe Lancet Planetary Health .

Analisis, yang mencakup sembilan studi longitudinal yang melibatkan tujuh negara dan total lebih dari delapan juta orang, memberikan bukti kuat tentang dampak peningkatan area hijau terhadap kematian.

Setengah dari populasi dunia tinggal di kota-kota, di mana sering ada kekurangan ruang hijau. Banyak penelitian menunjukkan bahwa ruang hijau di kota-kota memiliki efek kesehatan positif, termasuk lebih sedikit stres, peningkatan kesehatan mental, dan risiko penyakit kardiovaskular, sindrom metabolik, dan kematian dini yang lebih rendah. Namun, banyak dari studi ini hanya melihat satu titik waktu tertentu dan menggunakan berbagai cara untuk mengukur paparan terhadap kehijauan.

Inilah sebabnya mengapa tim peneliti memutuskan untuk meringkas bukti yang tersedia dan fokus pada studi yang bersifat longitudinal - yang mengikuti kohort individu yang sama selama beberapa tahun -, menggunakan ukuran sederhana paparan ruang hijau - NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) ) berdasarkan gambar satelit-; dan melihat kematian semua penyebab dini sebagai hasil kesehatan.Mereka mengidentifikasi sembilan studi kohort di seluruh dunia yang mencakup lebih dari delapan juta individu secara total, dari tujuh negara yang berbeda (Kanada, Amerika Serikat, Spanyol, Italia, Australia, Swiss dan Cina).

Meta-analisis dari studi-studi ini menemukan bahwa peningkatan dalam kehijauan di sekitar rumah secara signifikan terkait dengan penurunan angka kematian dini.Lebih khusus, penelitian ini memberikan perkiraan untuk efek perlindungan: penurunan 4% dalam kematian dini per setiap peningkatan 0,1 dalam skor vegetasi, dalam jarak 500 meter dari tempat tinggal. 

"Ini adalah sintesis terbesar dan paling komprehensif hingga saat ini pada ruang hijau dan kematian dini", kata David Rojas, peneliti di ISGlobal dan Colorado State University dan penulis pertama studi ini, "dan hasilnya mendukung intervensi dan kebijakan untuk meningkatkan ruang hijau sebagai sebuah strategi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat ”. Selain itu, penelitian ini "memberikan informasi penting yang sudah dapat digunakan dalam studi Penilaian Dampak Kesehatan (HIA) di masa depan", jelas Rojas.
Ini menunjukkan orang-orang berjalan di taman kota

Analisis, yang mencakup sembilan studi longitudinal yang melibatkan tujuh negara dan total lebih dari delapan juta orang, memberikan bukti kuat tentang dampak peningkatan area hijau terhadap kematian.Gambar ada dalam domain publik.

Memang, Rojas dan rekannya saat ini menerapkan hasil meta-analisis di atas untuk memperkirakan jumlah kematian dini yang dapat dicegah di kota-kota di seluruh dunia jika kota itu mencapai tujuan ambisiusnya untuk meningkatkan infrastruktur hijau.

"Program penghijauan perkotaan tidak hanya kunci untuk mempromosikan kesehatan masyarakat, tetapi mereka juga meningkatkan keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak perubahan iklim, membuat kota-kota kita lebih berkelanjutan dan layak huni" simpul Mark Nieuwenhuijsen, direktur Perencanaan Kota, Inisiatif Lingkungan dan Kesehatan di ISGlobal .

Sumber: 
Kontak Media: 
Marta Solano - ISGLOBAL 
Sumber Gambar: 
Gambar ada dalam domain publik.
Penelitian Asli: Akses tertutup 
"Ruang hijau dan kematian: tinjauan sistematis dan meta-analisis studi kohort". Rojas-Rueda D, Nieuwenhuijsen M, Gascon M, Perez-Leon D, Mudu P. 
The Lancet Planetary Health doi: 10.1016 / S2542-5196 (19) 30215-3 .

Jumat, 13 Desember 2019

Love Hormon

Sudah hampir sejam mereka berada dalam ruangan, dan pintu belum juga menunjukan tanda-tanda akan terbuka. Seorang pria paruh baya terus menunggu dengan gelisah, karena dari tadi hanya teriakan kecil yang terdengar dari dalam. Dapat ia pastikan kalau itu suara istrinya. Sedangkan tangisan kebebasan dari seorang manusia baru, yang selama 8 bulan terkurung masih belum terdengar juga.

Prosesi itu memakan waktu cukup lama, bagi lelaki tentu takkan sanggup melaluinya. Sedang perempuan?, mereka bahkan rela menukarnya dengan nyawa ketika akan melahirkan seorang bayi yang dikandungnya. Itulah pengaruh Oksitosin, sebuah hormon yang akan membuat manusia merasakan cinta sampai nyawa sendiripun rela dipertaruhkan.

Membicarakan oksitosin, berarti membicarakan suatu hormon yang sangat besar perannya dalam proses melahirkan wanita. Karena pada awalnya hormon ini diketahui lebih banyak diproduksi ketika wanita melahirkan dan saat proses menyusui. Sebagaimana yang diungkapkan Larry Young, seorang ahli saraf perilaku di Emory University di Atlanta, Georgia.

Young mengatakan bahwa Oksitosin adalah peptida yang diproduksi di otak, yang pertama kali dikenal karena perannya dalam proses kelahiran, dan juga dalam menyusui. Sejalan dengan asal katanya yang berasal dari bahasa Yunani yaitu oksis-tokus, artinya kelahiran dengan cepat. 

Cinta itu sangat misteri, tak mampu dijelaskan dengan kata-kata dan hanya mampu dirasakan oleh manusia. Begitu kata orang-orang yang dimabuk asmara. Ada juga yang mengatakan, cinta datang dari mata kemudian turun ke hati, setelah itu lefer. Semoga saja tidak.

Tapi kata-kata seperti itu tidak terlalu familiar dikalangan para pejuang asmara. Ada ungkapan yang lebih terkenal yaitu, Cinta ditolak dukun bertindak. Saya juga bingung bagaimana seorang dukun bisa mengubah perasaan orang untuk menyukai seseorang. Saya cuma teringat kata-kata seorang teman asal mandar saat kajian TOT di Makassar dulu, namanya Bojes.

Dia hendak mengajariku aji mumpung untuk menaklukan gadis-gadis cantik. Katanya karena saya termasuk salah satu teman dekatnya selama kegiatan. Tapi saat itu saya menolak, karena saya masih sangat tampan dan punya banyak fans dikampus. Kalau dipikir-pikir lagi, saya cukup menyesal menolak pemberiannya. Seandainya dulu kuterima saja, mungkin saat itu Nia Rahmadani takkan menikahi anak konglomerat. Huh.

Oksitosin juga dikenal dengan nama Cuddle Hormon atau Hormon Pelukan, merupakan hormon yang diproduksi di bagian otak bernama hipotalamus. Dari situ ia dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis, yang terletak di dasar otak. Pada kasus lain juga dinamakan hormon cinta, karena hormon ini dilepaskan ketika orang sedang merasakan cinta atau terikat secara sosial dan emosional pada seseorang atau sesuatu.

Dalam sebuah jurnal penelitian psikoneuroendokrinologi, yang diterbitkan tahun 2012 oleh perpustakaan kedokteran nasional amerika. Dikatakan bahwa  bahwa, orang-orang pada tahap pertama dari keterikatan romantis memiliki tingkat oksitosin yang lebih tinggi, dibandingkan dengan orang lajang yang tidak terikat. Dan ini dapat bertahan setidaknya selama 6 bulan.

Ada beberapa cara alami yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hormon oksitosin. Yang pertama adalah berpelukan lebih lama. Tapi dengan pasangan sendiri, bukan dengan pasangan orang lain. Berpelukan memiliki fungsi serupa dengan menyusui, yang membuat tubuh melepaskan banyak hormon oksitosin karena perasaan bahagia. Seperti pelukan seorang ibu dan bayi, yang dapat memberikan rasa bahagia. Juga pelukan ayah dan anak, yang dapat menciptakan perasaan aman dan terlindungi.

Yang kedua, keintiman. Para peneliti mengatakan bahwa berhubungan intim dapat meningkatkan produksi oksitosin secara alami. Keintiman yang dimaksud dapat berarti banyak hal, mulai dari yang biasa sampai yang luar biasa. Pijatan dan sentuhan termasuk hubungan intim dalam tegangan rendah, yang dapat memproduksi oksitosin secara alami.

Yang ketiga kegiatan memacu adrenalin. Sudah sering disebutkan bahwa olahraga dapat menyehatkan tubuh manusia, selain itu juga dapat membuat perasaan bahagia. Peneliti dari Universitas of Vermont menemukan bahwa dengan berolahraga hanya 20 menit, dapat membuat suasana hati lebih baik selama 12 jam.

Ketika kita merasakan hal yang mendebarkan dalam olahraga extreme, maka saat itu tubuh akan memproduksi oksitosin secara alamiah. Selain itu kegiatan petualangan juga dapat membuat kita merasa lebih terhubung dengan alam, dan dapat memompa tingkat oksitosin.

Dan tentu masih banyak lagi cara-cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hormon oksitosin secara alami. Selain cara alami, ada juga cara lain untuk meningkatkan hormon cinta pada lawan jenis. Yaitu cara kimia, dengan menggunakan semprotan yang mengandung bentuk sintetis dari hormon cinta.

Beberapa penelitian telah dilakukan dengan menyemprotkan cairan tersebut pada seorang wanita, hasilnya seorang pria dapat memikat wanita. Sedangkan bagi mereka yang telah memiliki pasangan, dengan semprotan tersebut dapat membuat mereka memiliki gambaran bahwa pasangannya 15% lebih menarik daripada yang lain.

Seperti yang diberitakan jurnal Neuroscience. Telah dilakukan penelitian pada 57 pria untuk mencium cairan oksitosin, sedangkan 29 lainnya diberi plasebo. Kemudian mereka diperkenalkan pada seorang wanita yang lebih atraktif. Para wanita tersebut ditempatkan pada jarak yang ideal dengan mereka , dan kemudian dipindahkan pada posisi yang sedikit tidak nyaman.

Hasilnya, pria dengan hubungan cinta monogami atau satu pasangan, menjaga jarak dari mereka. Terlepas mereka mengadakan kontak mata atau lelaki melihat bagian tubuh wanita tersebut. Tapi hormon tersebut tidak berpengaruh pada lelaki lajang, yang belum memiliki hubungan khusus dengan seorang wanita. Dan ternyata oksitosin dapat meningkatkan kesetiaan seorang pria terhadap pasangannya.

Pada percobaan lain semprotan oksitosin, diceritakan bahwa ada seorang lelaki tampan yang diberikan sebuah semprotan yang tidak berisi oksitosin. Kemudian dia diminta memilih setiap wanita yang lewat, dan mengajaknya kencan, tapi dalam beberapa percobaan dia selalu gagal. Kemudian dia memprotes bahwa ternyata oksitosin ini tak benar bisa menarik wanita. 

Baru setelah itu dia diberikan cairan yang sebenarnya mengandung oksitosin dengan kosentrasi tinggi. Kemudian diminta memilih seorang wanita untuk disemprotkan dan diajak kencan. Pada percobaan terakhir ternyata dia berhasil mengajak seorang wanita berkencan. Saat diwawancarai, wanita tersebut diajukan beberapa pertanyaan tentang pria yang mengajaknya kencan tadi.

Apakah kamu tertarik pada dia?, wanita itu menjawab "iya saya tertarik". Kenapa kamu tertarik pada dia, apakah karena dia pemberani?. "Entahlah, sebenarnya tipe saya lelaki pemalu, bukan seperti dia yang terlalu berani". Apakah kamu mau diajak berkencan?, "iya saya mau", jawab wanita itu lagi. Kenapa kamu mau, apakah karena dia mengajak dengan sopan?. "Tidak, justru dia tidak sopan, karena langsung mengajak kencan tanpa basa basi, dan itu bukan tipe lelaki yang saya suka".

Kemudian wartawan tadi bertanya lagi, lalu kenapa kamu tertarik sama dia?. "Saya juga tak mengerti kenapa bisa tertarik, mungkin ada sesuatu yang lain pada dirinya yang membuat saya tertarik", jawab wanita itu. Baru setelah itu dia diberitau bahwa itu karena efek dari semprotan oksitosin yang disemprotkan lelaki itu padanya beberapa saat lalu.

Ah, saya ingin menceritakan ini pada teman saya tadi. Daripada pergi ke dukun, sekarang sudah ada semprotan cinta yang tanpa menunggu lama langsung dapat bereaksi sesuai keinginan kita. Tapi saya juga ingin mengatakan padanya, ada satu yang lebih dapat membuat para wanita cantik bisa langsung tertarik padanya, tanpa pelet ataupun oksitosin, yaitu Uang.

Senin, 02 Desember 2019

Hai, Namaku Tutano

"Haaccih"
Entah kenapa beberapa saat setiap kali baru bangun tidur saya selalu bersin, bahkan kadang sampai keluar ingus. Tentang itu Bapak dan Mama juga heran, "kenapa tiap bangun tidur kamu selalu saja bersin", kata mereka. Kalau mereka saja tak tau, mana mungkin saya tau, paling sebentar lagi salah satu dari mereka akan bertanya. "Gatal hidungnya kah?", dan sayapun akan menjawab "iya gatal". Hanya dua kata itu yang bisa kukatakan saat ini, saya belum bisa menjelaskan kondisiku sebaik orang dewasa menyampaikan.

Ah, hampir lupa, Bapak selalu bilang sebentar lagi saya akan sekolah. Disekolah nanti saya bisa bermain sepuasnya, ada banyak teman dan permainan baru. Saat bertemu teman baru, saya harus perkenalkan diri dulu, baru kemudian bertanya siapa namanya. Nama saya Tutano, itu nama panggilan yang kubuat untuk diriku sendiri, bukan made in orang dewasa. Demi menghargai kreatifitasku, Bapak dan Mama jadi memanggilku Tutano.

Nama lengkapku, Ahmad Sukarno Halifa, lahir 13 November 2015, dan 3 hari lagi saya akan merayakan ulang tahun yang ke-4. Saya masih seorang balita atau bayi lima tahun, tapi jangan kaget kalau kalian melihat tinggiku, beratku, apalagi tau nomor kakiku. Saya mau kasih bocoran sedikit, ya sedikit saja, jangan banyak-banyak, tapi kalian jangan bilang-bilang kalau sepatuku saat ini nomor 31-32, tahun depan mungkin 32-33. Kalian mau tanya berapa tinggiku?, atau mungkin beratku?, itu rahasia keluarga hanya Bapak dan Mama yang tau.

Saya saja hanya dengar dari mereka, waktu lagi cerita membahas sepatu yang mau saya pakai. Anehnya mereka tak bertanya padaku mau pake sepatu yang mana, atau suka yang mana. Mereka hanya memilih sesuai perasaan mereka, kadang saya menolak, tapi itu takkan lama sebelum mereka memberikan sejumlah puji-pujian yang buatku senang memakai sepatu pilihannya.

Karena 3 hari lagi ulang tahunku, saya mau buat kejutan untuk Bapak. Saya akan menemaninya dirumah, bermain dengannya, nonton dengannya, tidur dan mandi juga dengannya. Saya akan menceritakan apa saja yang kami lakukan dirumah selama 3 hari kedepan, sampai hari ulang tahunku.

Minggu, 01 Desember 2019

Dana Dekonsentrasi & Dana Tugas Pembantuan, Pentingkah Tuk Muna?

Sudah 23 tahun kita hidup dalam aturan otonomi, dimana daerah diserahkan wewenang untuk mengatur sendiri urusannya. Tapi selama masa itu pula banyak daerah-daerah di tanah air belum mampu mandiri secara ekonomi dan mampu mencari uang untuk memenuhi minimal 50% kebutuhannya. Kabupaten Muna, salah satunya.

Ketergantungan Kab. Muna pada pusat ternyata masih sangat tinggi, itu dapat diukur dari berapa prosentase PAD Muna terhadap APBD Muna. APBD Kabupaten Muna tahun 2019 diketahui sebesar 1,24 Triliun, sedangkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) nya sebesar 117 Miliar. Artinya PAD hanya mampu menyumbang sebesar 9,44% dari total nilai APBD Muna. Berarti tingkat ketergantungan Pemda Muna terhadap Pusat adalah 90,56%.

Ketergantungan yang tinggi membuat Muna sangat membutuhkan campur tangan Pemerintah Pusat untuk  melakukan pembangunan daerah. Selama ini Pemerintah Daerah hanya mengandalkan utang atau pinjaman untuk membangun, padahal ada sumber lain yang dapat memberikan dana dari pusat tanpa harus mengutang. Apabila ini mampu didapatkan, maka besar kemungkinan Muna tidak akan terlalu kesulitan melakukan pembangunan.

Namun bukan perkara gampang untuk mendapatkannya. Dibutuhkan usaha dan upaya ekstra dan juga kepercayaan Pemerintah Pusat bahwa Pemerintah Daerah Muna mampu mengelola dana tersebut. Saya ingin tetap optimis itu mampu didapatkan, apabila Pemerintah Daerah mampu menunjukan bukti nyata lewat pengelolaan keuangan yang sehat.

Saya teringat yang disampaikan Pak Zakaruddin Saga mantan keuangan di 2 kabupaten Muna dan Muna Barat beberapa waktu lalu. Beliau mengatakan bahwa dibulan 12 ini Muna akan kekurangan uang, karena DAK Muna tak dapat dicairkan 100%. Sebagian ditarik oleh Pemerintah Pusat, dikarenakan Pemerintah Daerah dianggap tak mampu mengelola.

Tentu ini pukulan berat buat Muna yang tengah membangun. Ketidak mampuan mengelola keuangan dapat berimbas pada ketidak mungkinan mendapat dana lain untuk pembangunan. 

Menurut saya Muna harus berbenah, agar mampu mendapat kembali kepercayaan Pemerintah Pusat. Mungkin utang penting, tapi jauh lebih penting lagi untuk tidak berutang manakala itu membebani keuangan daerah kedepan. Karena masih ada 2 sumber lain yang dapat digunakan untuk pembangunan. Namun butuh orang tepat untuk mengurus dan mendapatkannya.

Tahun depan Muna akan melaksanakan Pilkada serentak. Dimana calon kuat mengerucut pada 3 figur, yaitu 2 Bupati dan seorang lagi Dirjen Bina Keuda Kemendagri. Penting bagi masyarakat untuk melihat, manakah dari figur-figur tersebut yang dapat membuat kepercayaan Pemerintah Pusat kembali. Dan mampu mendapat 2 sumber lain dana pembangunan.

Saya ingat pernah membaca bahan seminar pembangunan daerah oleh Bappenas, ketika sedang dalam perjalanan menuju daerah paling timur Indonesia. Disana disebutkan beberapa cara yang dapat ditempuh untuk melakukan pembangunan dengan memanfaatkan sumber dana lain. Tapi saya kurang fokus saat itu, sehingga tidak tersimpan dengan baik di memoriku.

Gambaran tentang itu muncul kembali beberapa waktu lalu. Muncul ditengah-tengah kerumunan manusia di Kecamatan Napabalano yang berjumlah hampir 3000 orang. Ketika seorang Syarifuddin Udu menjelaskan dengan bahasa sederhana pada masyarakat kecil, dan mereka semua menunjukan ekspresi serius saat mendengarkan.

Selain APBD yang didalamnya ada DAU dan DAK, masih ada 2 sumber dana lain untuk pembangunan daerah. Namun kedua sumber itu selama ini tak pernah dimanfaatkan Pemerintah Daerah, karena tidak mampu mengurus dan tak tau mekanisme pengurusannya. Butuh pertaruhan besar pabila menggunakan jasa broker atau calo untuk mengurusnya.

Yang pertama Dana Dekonsentrasi, adalah dana yang berasal dari APBN yang dilaksanakan oleh Gubernur sebagai wakil Pemerintah yang mencakup semua penerimaan dan pengeluaran dalam rangka pelaksanaan kegiatan dekonsentrasi, tidak termasuk dana yang dialokasikan untuk instansi vertikal pusat di daerah. Kegiatan dekonsentrasi yang dibiayai adalah bersifat nonfisik, antara lain berupa sinkronisasi dan koordinasi perencanaan, fasilitasi, bimbingan teknis, pelatihan, penyuluhan, supervisi, penelitian dan survey, pembinaan dan pengawasan, serta pengendalian.

Dari dana Dekonsentrasi ini, saya membayangkan akan banyak pelatihan-pelatihan yang mencakup berbagai bidang di Muna. Sebut saja pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan industri. Semua sektor itu akan lebih muda dimaksimalkan apabila Muna dapat membentuk SDM lebih baik dari pelatihan, penyuluhan dan penelitian. Selain itu, untuk kegiatan-kegiatan lain berupa perencanaan dan survey, apabila menggunakan Dana Dekonsentrasi, berarti Muna dapat menghemat pembiayaan dari APBD dan mengalokasikan untuk sektor lain seperti Kesehatan, Pendidikan dan Pemenuhan Gizi masyarakat.

Dengan itu masyarakat tidak lagi bermimpi tentang adanya kesehatan murah atau pendidikan gratis. Karena semua itu sangat mungkin dilakukan apabila Pemerintah Daerah mampu mendapat porsi dari Dana Dekonsentrasi dan APBD Muna tidak menanggung beban pembangunan sangat berat karena perencanaan keuangan yang tidak tepat sasaran.

Yang kedua Dana Tugas Pembantuan, adalah dana yang berasal dari APBN dan digunakan oleh Gubernur/Walikota/Bupati termasuk Kepala Desa untuk membiayai kegiatan fisik dengan kewajiban melaporkan dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan kepada yang menugaskan.

Untuk kegiatan yang bersifat fisik, yaitu kegiatan yang menghasilkan keluaran (output)  berupa penambahan dan pemeliharaan aset pemerintah. Didalam kegiatan fisik tersebut termasuk pendanaan kegiatan non fisik yaitu belanja untuk mendukung pelaksanaan kegiatan fisik tersebut, antara lain perencanaan dan pengawasan dalam rangka konstruksi dan pelatihan dalam rangka kegiatan fisik

Coba baca ulang paragraf pertama diatas ini, tentang peruntukan Dana Tugas Pembantuan. Disana ada 2 kata kunci yaitu "Penambahan dan Pemeliharaan", atas aset Pemerintah. Dalam pembangunan, baiknya jangan melupakan pemeliharaan dan pengembangan. Coba liat SoR Muna, tepatnya arena dayung. Disana tanggul bagian timur sudah mulai rubuh, karena tidak dilakukan perawatan dan pemeliharaan aset. Itu tidak dilakukan karena dana Pemda yang terbatas, karen tidak mampu memperoleh Dana Tugas Pembantuan.

Saya membayangkan, apabila Muna peroleh Dana Tugas Pembantuan maka semua aset pemda seperti SoR, Pasar, Lapangan Paelangkuta, Kantor-Kantor atau mungkin juga jalan. Setiap tahun bisa dilakukan pemeliharaan dan tidak cepat rusak atau hancur kemudian tidak terpakai. Tapi bagaimana untuk mendapatkan Dana Dekonsentrasi dan Dana Tugas Pembantuan itu?

Saya teringat cerita Pak Syarifuddin Udu disebuah rumah dibagian lain Kota Raha. Orang luar butuh terus menjolo untuk dapatkan mangga. Saat menjolo, kadang dapat mangga muda kadang pula dapat mangga busuk, sehingga energi habis terkuras. Untung kalau dapat mangga masak. Berbeda dengan kami yang di Jakarta, tak perlu menjolo kami tinggal memetik.

Hanya Lewat Whatsapp

Dipinggiran kota, ditempat yang cukup jauh dari bisingnya suara kendaraan, saya bisa melihatnya dari dekat. Cukup dekat, sampai sedikit keringat yang membasahi wajahnya terlihat jelas olehku. Namanya Syarifuddin Udu. Dia salah satu orang penting di Kementrian Dalam Negri Republik Indonesia, yang bertanggung jawab dalam pembinaan pengelolaan keuangan daerah.

Dirinya sangat akrab juga dikenal oleh seluruh kepala daerah dari Sabang sampai Merauke dan dari miangas sampai pulau rote. Sebagai pejabat dengan pangkat pembina, sudah menjadi tugasnya untuk senantiasa melakukan pembinaan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah pada pejabat daerah se Indonesia.

Saya teringat kisruh tentang besaran gaji TGUPP yang dianggarkan Pemprov DKI Jakarta dalam RAPBD tahun 2018. Tapi dicoret Kemendagri. Dalam acara Sapa Indonesia Pagi yang disiarkan langsung oleh Kompas TV, Syarifuddin diundang untuk memberi penjelasan tentang pencoretan itu.

Tugas Syarifuddin adalah menjelaskan dasar hukum dari pencoretan tersebut, dengan mengacu pada perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Sesuai kewenangan Kementrian Dalam Negeri yaitu melakukan evaluasi atas RAPBD yang telah disepakati oleh Kepala Daerah dan DPRD.

Beberapa tahun belakangan dia kerapkali berhubungan dengan KPK. Seringkali dipanggil oleh KPK, tapi bukan sebagai tersangka kasus korupsi. Melainkan sebagai pembicara dalam seminar pengelolaan keuangan untuk menghindari terjadinya korupsi dalam perencanaan APBD.

Membicarakan APBD dan Korupsi, saya teringat yang dahulu pernah dikatakan mantan ketua tim penyelidik KPK, Wahyu B Siswantono pada sebuah Lokakarya Peningkatan Wawasan Media di Puri Setiabudi Residence, Bandung Jawa Barat.

Beliau mengatakan, dalam penyusunan anggaran terjadi persaingan antar instansi termasuk di dalamnya pemerintah Kecamatan dan Desa. Mereka bersaing untuk menggolkan proyek. Disini biasanya terjadi transaksi ekonomi-politik di belakang meja. Atau bahasa sederhananya adalah win-win solution bagi-bagi proyek.

Perjalanan hidup Pak Syarifuddin penuh kisah inspiratif. Dahulu ia menjabat Camat di salah satu Kecamatan di Kabupaten Muna. Dia kemudian mencoba peruntungan di Jakarta, dengan bergabung di Kementrian Dalam Negeri. Disitulah dia mendapatkan bintangnya, yang kian terang sampai akhirnya menduduki jabatan Dirjen.

Dapat bertemu dengannya malam itu, mungkin pengalaman pertamaku bertemu pejabat bukan dalam kegiatan resmi. Biasanya saya agak malas bertemu pejabat, mungkin karena itu saya tak cukup populer dikalangan pemuda bersepatu mengkilat. Berhadapan dengannya, saya memilih untuk tidak gerogi, dan berpakaian seadanya layaknya anak muda, kaos oblong, celana jeans dan sepatu sneaker. 

Dia orang yang sangat ramah, tak ada kesan arogan apalagi jaim seperti pejabat kebanyakan. Dia banyak bercerita tentang kunjungannya diberbagai daerah dan beberapa negara. Salah satunya Belgia. Disana ada perkebunan jagung, para petani menanam 1 biji jagung tiap lubang, tapi dengan jarak tanam yang lebih kecil dari yang dilakukan di Indonesia.

Hasilnya ternyata lebih baik. Jagung yang dihasilkan dari cara menanam seperti itu, punya biji yang lebih besar dengan tongkol yang lebih panjang. Dia juga bercerita tentang jerman, dengan pengolahan limbah dan sampah yang sangat modern. Juga jepang dengan kebersihan yang sudah membudaya, sehingga orang jepang akan menyimpan bungkus permen atau makanan disaku celananya atau tas sampai mendapatkan tempat sampah.

Saya sedikit terkejut ketika Pak Syarif mengatakan bahwa harapan hidup orang jepang jauh lebih tinggi dari kebanyakan orang Indonesia. Salah seorang yang duduk disudut lain kemudian bertanya tentang itu. Pak Syarif hanya menjawab dengan senyum khasnya. Saya seperti terpanggil ingin menjawab, kalau itu karena orang Indonesia tidak mengutamakan kebersihan.

Kuurungkan niatku karena menghargai Pak Syarif. Seperti dirinya yang menghargai semua orang disini dengan tidak menjawab karena orang Indonesia tidak menjaga kebersihan. Saya sedikit teringat sebuah kalimat yang belakangan diragukan kehadistannya. Yaitu Kebersihan adalah sebagian dari Iman.

Semua yang berada dalam ruangan ini larut dalam cerita-ceritanya. Rasanya memang layak beliau maju sebagai calon bupati dalam Pilkada Muna 2020 nanti. Pengalamannya melihat perkembangan dan kebijakan-kebijakan strategis diberbagai daerah dan negara sangat dibutuhkan seorang pemimpin untuk membangun daerah.

Masih hangat ingatan betapa semua orang Muna bangga dengannya sebelum ini. Karena mampu menjadi Dirjen di Kemendagri dan Pj Gubernur Jawa Tengah. Banyak orang membagikan berita tentangnya di medsos, dengan tulisan bangga dan membawa-bawa ikatan suku. Tapi kini sebagian dari mereka malah berubah, ketika tau dirinya muncul di Muna untuk maju dalam Pilkada Muna tahun 2020.

Berbagai isu dialamatkan padanya, dan yang paling sering digulirkan, selama menjadi Dirjen dia tidak mampu memberikan apa-apa buat kampung halamannya. Beliau menjawab isu itu dihadapan 2000 orang di Kecamatan Napabalano, dalam sebuah acara silaturahmi bersama masyarakat.

Saya mengenang cerita teman tentangnya. Sekitar 2 bulan lalu, Pak Syarif duduk dengan beberapa orang di Raha, kemudian mereka menyampaikan hal itu. Orang Muna baru akan percaya ketika hasil ada didepan matanya. Maka beliau menghubungi salah satu Dirjen di Kementrian Desa lewat pesan Whatsap. Isinya meminta tolong agar 5 desa di Muna diberikan bantuan.

Sekitar beberapa menit kemudian pesannya dibalas. Konon Dirjen tersebut memberikan jawaban positif, dan membuat orang yang bertanya sampai kaget. Sebulan setelah itu, ke 5 Desa yang dimaksud telah menerima bantuan langsung dari Kementrian Desa. Tanpa melalui Pemerintah Daerah.

Desa yang dimaksud diantaranya Liwumetingki, Mantobua, dan tiga  sisanya silahkan cari sendiri. Kadangkala kita akan merasa puas ketika jawaban yang dicari tersembunyi atau terjepit diantara 2 sesuatu. 2 sesuatu. 2 sesuatu. Ucapkan terus sampai itu menggema ditelingamu. Dan. Tidur. Saya yakin itu tidak berhasil.

Mendapat bantuan dari pusat akan lebih cepat apabila yang memintanya orang dari pusat juga. Panjangnya waktu pengurusan dan banyaknya callo akan membuat pengurusan berubah menjadi perjudian. Ketika mata semua orang menunjukan ekspresi serius menatapnya, berharap cerita menarik apalagi yang akan diucapkannya. Pak Syarif malah tertawa dan sedikit bercanda.

Saya membayangkan, apabila semua Desa di Muna dapat peroleh bantuan seperti 5 Desa tadi. Tentu saja geliat pembangunan akan semakin terlihat di Desa. Dan visi Presiden Jokowi untuk membangun Indonesia dari Desa, mungkin semakin dekat untuk terwujud. Sayang malam makin larut, dan Pak Syarif tentu butuh istrahat setelah kegiatan melelahkan dari pagi sampai sore tanpa istrahat.

Saat hendak beranjak, saya memberanikan diri meminta berfoto dengannya. Dan dia menerimanya. Setelah berfoto dia menepuk pundakku dan sedikit berbisik, "Itu baru calon Bupati, belum jadi Bupati".

Sabtu, 23 November 2019

Tugas Berat Kepala Daerah namanya SDGs

Saat itu tahun 2017, saya dan partner seorang senior sedang menggarap sebuah kerjaan dibagian utara sulawesi. Jari jemariku sedang asik bercengkrama dengan laptop, dan menghasilkan bunyi khas dengan tempo yang naik turun. Bunyi keyboard yang sangat halus tapi cepat, terdengar seperti sedang mengikuti lagu Under Glass Moon milik Dream Theater.

Kuisap rokok Dje Sam Soe kretek dalam-dalam, biarkan semua orang tau bahwa ada harapan besar pada asap yang mengepul itu, semoga pipiku bisa kembali seperti dahulu. Pak Dir muncul dengan tiba-tiba dari depan pintu, menyapa kami berdua dengan ekspresi yang tidak biasa.

Benar saja, dia menawarkan 3 kerjaan baru dan kami harus memilih untuk menggarap salah satunya. Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Korupsi, Rencana Aksi Daerah SDGs dan Masterplan Kawasan Sentra Sapi Potong. "Kamu pilih yang mana Zis?", tanyanya padaku. "Semuanya menantang, tapi hanya 2 yang buatku sangat tertarik, Korupsi dan SDGs", jawabku.

Saya memilih SDGs, itu hal baru buatku, dan sepertinya saya akan lebih banyak membaca dan berpikir ekstra untuk memahami dengan cepat dan menyelesaikan kerjaan ini. Sayapun mulai berselancar dan memulai pencarian tentang SDGs di google. Ternyata ini memang sangat menantang dan memiliki cakupan sangat luas yang melibatkan semua SKPD di daerah.

SDGs adalah singkatan dari Sustainable Development Goals, atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dalam bahasa muna nya. SDGs sendiri merupakan lanjutan dari MDGs yang sebelumnya tak cukup berhasil memenuhi target capaian atau goals yang telah ditentukan.

Berbeda dengan MDGs, SDGs memiliki 17 Goals atau target capaian, yang mana hal itu telah disepakati oleh 159 Kepala Negara untuk dapat diwujudkan pada tahun 2030. Karenanya, SDGs merupakan cita-cita bersama antar Kepala Negara, dan Kepala Daerah harus mampu melaksanakan dan menjadikannya sebagai rujukan dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Jangka Panjang.

17 Goals SDGs, adalah sebagai berikut : 1. Tanpa Kemiskinan, 2. Tanpa Kelaparan, 3. Kehidupan Sehat dan Sejahtera, 4. Pendidikan Berkualitas, 5. Kesetaraan Gender, 6. Air Bersih dan Sanitasi Layak, 7. Energi Bersih dan Terjangkau, 8. Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, 9. Industri, Inovasi dan Infrastruktur, 10. Berkurangnya Kesenjangan.

11. Kota dan Pemukiman Yang Berkelanjutan, 12. Konsumsi dan Produksi Yang Bertanggung Jawab, 13. Penanganan Perubahan Iklim, 14. Ekosistem Lautan, 15. Ekosistem Daratan, 16. Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan Yang Tangguh, 17. Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan.

17 Goals itu dapat dikelompokan kedalam 4 pilar besar pembangunan Nasional. Yaitu Pilar Hukum dan Tata Kelola dalam Goals 16, Pilar Sosial mencakup Goals 1-2-3-4-5, Pilar Lingkungan mencakup Goals 6-11-12-13-14-15 dan Pilar Ekonomi mencakup Goals 7-8-9-10-17.

Ada cita-cita besar yang ingin dicapai dalam SDGs, juga untuk menghindari terjadinya bencana besar akibat pemanasan global. Pemerintah Daerah harus ikut terlibat dalam hal itu, untuk ikut menjaga lingkungan dengan merumuskan program yang sesuai dengan target serta indikator dalam SDGs.

Sebentar lagi akan digelar Pemilihan Umum untuk memilih Kepala Daerah Kab. Muna. Tentu akan sangat menarik menyimak visi misi yang akan ditawarkan tiap kandidat yang akan berkompetisi. Disana akan terlihat siapa calon kepala daerah yang paham akan kondisi global dengan tidak. Bagi yang paham, tentu akan menjadikan 17 Goal SDGs sebagai rujukan utama merumuskan visi misi nya.

Visi misi yang selaras dengan Goals SDGs adalah salah satu bentuk komitmen Kepala Daerah dalam menjaga bumi dari bencana besar akibat pemanasan global. Apakah itu terlalu berlebihan?, saya kira tidak, karena dampak pemanasan global mulai kita rasakan sejak 2 tahun belakangan, yaitu suhu panas yang cukup tinggi. Puncaknya terjadi di tahun 2019 ini, dimana suhu panas di Kota Raha menyentuh angka 37° Celcius.

Mengikuti SDGs tentu saja bukan hanya berkewajiban menjaga lingkungan, tapi tetap memperhatikan pembangunan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Artinya kesesuaian dengan 17 Goals SDGs, dapat dijadikan dasar bagi kita dalam menilai figur mana yang betul-betul akan membawa masyarakat kearah lebih baik, bukan membawa pada kehancuran.

SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan memiliki dasar hukum kuat, yang mengharuskan setiap daerah untuk mengikuti. Hal itu tertuang dalam Perpres Nomor 59 tahun 2017, tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Oleh karena itu, TPB/SDGs menjadi salah satu acuan dalam pembangunan nasional dan daerah, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan.

Dalam sebuah diskusi tim, saya menceritakan tentang SDGs pada teman-teman yang mengerjakan RAD Korupsi dan MP Kawasan Sapi Potong. Salah seorang dari mereka berpendapat, bahwa indikator dan program SDGs seharusnya bisa digunakan untuk merumuskan visi misi Calon Kepala Daerah. Dan orang yang menyelesaikan kerjaan SDGs, sudah layak menjadi tim perumus visi misi Calon Kepala Daerah.

Tentu saja dia sedang bercanda ketika mengatakan itu. Saya hanya sedang memikirkan, seorang Kepala Daerah akan berhadapan dengan tugas yang sangat berat. Selain memastikan pembangunan ekonomi dan manusia tetap berjalan dengan baik, dia juga harus mampu merumuskan program strategis untuk terus menjaga kualitas lingkungan.

Sepertinya kita harus menetapkan sebuah standar tinggi bagi calon kepala daerah. Salah satunya mungkin ketika seseorang telah selesai dengan dirinya, artinya tidak adalagi kepentingan pribadi yang ingin dikejar. Seperti jabatan atau kekayaan, karena 2 hal itu akan membuat mereka tak bisa fokus membangun daerah. Sedangkan kita sedang diperhadapkan pada sebuah kondisi, dimana perubahan lingkungan akan sangat mengancam kehidupan kita kedepan.

Yang saya kurang sepakat dari SDGs, karena posisi Dokumen SDGs dalam perencanaan sistem pembangunan di Indonesia. Dokumen SDGs diposisikan berada setelah RPJM dan setelah Renstra SKPD, artinya SDGs baru digunakan sebagai acuan ketika akan menyusun RKPD di daerah. Menurut saya, mungkin SDGs akan lebih mempengaruhi arah perencanaan didaerah ketika diposisikan setelah RPJMD atau sebelum Renstra.

Dengan begitu, beberapa Rencana Aksi/RA seperti ; RA penurunan emisi gas rumah kaca, RA adaptasi perubahan iklim, Kebijakan dan strategi penanggulangan bencana, RA pangan dan gizi, RA pencegahan korupsi, dan beberapa Rencana Aksi lainnya, akan menjadi keharusan bagi daerah untuk menyusunnya. Karena dokumen-dokumen itu yang kemudian akan menjabarkan secara rinci mengenai aksi nyata dalam memenuhi target 17 Goals SDGs.

Dari 17 Goals dalam SDGs, saya sangat tertarik pada yang terakhir, Goal 17 tentang Kemitraan Untuk Mencapai Tujuan. Poin ini seperti memberi jawaban bagaimana dan apa cara yang bisa ditempuh untuk dapat mewujudkan tujuan atau Goals dalam SDGs. Menurut saya, tanpa poin ini dokumen SDGs akan terasa hambar, dimana daerah hanya diajak untuk bermimpi menyelamatkan dunia tanpa tau bagaimana cara mewujudkannya.

Yang juga membuat menarik, karena ada kata Kemitraan didalamnya. Hal ini memberi penegasan, bahwa untuk melakukan pembangunan dan menjaga kualitas lingkungan, Pemerintah Daerah harus saling bekerjasama. Membentuk hubungan kemitraan dengan daerah lain maupun dengan pihak swasta, untuk melakukan kerjasama diberbagai bidang.

Kemitraan dapat diartikan sebagai strategi bisnis yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau lebih, dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan prinsip saling membutuhkan.

Saya teringat bagaimana Basuki Tjahaya Purnama ketika memimpin Provinsi DKI Jakarta. Saat itu produksi sampah DKI mencapai angka 7000 ton. DKI yang tidak punya TPA Sampah, harus membuang sampah di TPST Bantargebang Yang terletak di Kota Bekasi Provinsi Jawa Barat. Akhirnya Basuki membangun kemitraan dengan Kota Bekasi yang akan menampung sampah Provinsi DKI.

Hasilnya, Kota Bekasi mendapat dana hibah sekitar 200an miliar dari Pemprov DKI Jakarta, yang dibayarkan setiap awal tahun.

Saya sedang membawakan Seminar Akhir RAD SDGs Kabupaten



Jumat, 22 November 2019

Menonton Film 2040

Hai kawan, apakah kalian merasa ada yang lain dengan cuaca akhir-akhir ini?, seperti hawa panas yang dipancarkan matahari lebih terasa belakangan ini, dan kalianpun gerah berada dalam ruangan tanpa pendingin.

Saya pun merasakannya, kondisi akan semakin panas apabila sinar matahari dipantulkan oleh tembok ataupun atap seng, dan kitapun berkeringat. Kawan, itu artinya telah terjadi perubahan iklim di bumi kita, diplanet yang kita huni saat ini.

Kita mungkin pernah mendengar Pemanasan Global, atau Global Warming dalam bahasa Muna nya, itulah yang saat ini sedang terjadi. Baru 2 tahun belakangan kita mulai merasakan dampak yang sangat nyata dalam kehidupan kita. Yaitu suhu yang sangat panas terjadi pada bulan Agustus sampai saat ini.

Di TV hampir setiap hari kita disuguhkan berita kekeringan di Jawa sana, mata air yang mengering, sungai yang hampir kering, orang-orang mulai kesulitan air, dan lain sebagainya.

Dihadapan saya ada satu film bagus, judulnya 2040. Ketika pertama melihat judul dan cover depannya,  saya membayangkan film tentang teknologi informasi yang diramalkan akan ada ditahun 2040 mendatang. Atau film tentang Artificial Inteligen (Kecerdasan Buatan) yang akan diciptakan tahun 2040 nanti.

Film ini tak kalah menarik dari perkembangan teknologi, juga tak kalah penting dari kabar teroris bom bunuh diri yang saat ini lagi rame pengen cepat-cepat kesurga bertemu bidadari. Saya dan mungkin juga kita semua penyuka film, sepertinya harus berterimakasih pada pemilik indoxxi. Berkat jasanya kita dapat menikmati setiap film baru dan film lawas dengan berbagai kualitas, juga subtitle/ terjemahan yang baik.

Film 2040 mengangkat tema lingkungan, tentang perubahan iklim yang sedang terjadi dalam beberapa tahun terakhir sejak revolusi industri. Selama jutaan tahun planet kita telah menjadi bagian dari siklus karbon alami, beberapa dilepaskan, beberapa disimpan. Tapi sejak memasuki revolusi industri, keseimbangan yang dilepaskan dan yang disimpan pun rusak, dan atmosfer lebih banyak menyimpan karbon.

Sampai saat ini jumlah Karbon Dioksida (CO2) yang terperangkap di atmosfer kita mencapai 400 bagian per juta CO2. Angka ini telah naik 40% sejak terjadinya revolusi industri, dari yang sebelumnya hanya 180-280 bagian per juta CO2 di atmosfer. Lebih dari 90% kelebihan panas itu diserap oleh laut, dan itu akan sangat berdampak bagi kehidupan berbagai biota laut didalamnya.

Saya suka bagian awal film ini, yang dibuat lebih edukatif, dimana Damon yang menjadi pemeran utama dalam film ini memiliki anak. Untuk menyiapkan anaknya menghadapi perubahan lingkungan yang berbeda di tahun 2040 mendatang, ia keliling ke beberapa negara untuk menemukan solusi dari permasalahan yang akan dihadapi kedepan.

Yang juga menarik, Damon mengunjungi sekolah dasar, bercengkrama dengan anak-anak dan meminta mereka berbagi cerita serta harapan yang ingin mereka lihat dimasa depan nanti. Saya membayangkan ketika anak-anak Sekolah Dasar di Indonesia seperti mereka, mampu berpikir dan berani menceritakan apa yang ingin mereka lihat dimasa depan nanti.

Anak-anak saat ini adalah penghuni masa depan, mereka harus dibekali informasi tentang apa yang saat ini terjadi, dan apa yang nanti akan terjadi. Saya juga senang bagian lain dari film ini, dimana anak-anak dari beragam negara dan ras mengungkapkan isi hatinya dengan jujur, tentang bagaimana mereka akan menyelesaikan beberapa masalah lingkungan dimasa akan datang.

Mulai saat ini, sepertinya kita harus lebih menghargai pendapat para anak-anak. Apa yang mereka pikirkan dan katakan saat ini, boleh jadi hasil daya hayalnya, tapi bukan berarti itu tak dapat menjadi nyata dimasa depan. Seperti pada bagian ketika seorang anak yang sangat fasih berbicara tentang sampah dan luar angkasa. Wow, luar biasa.

Menurut laporan PBB, tahun 2019 merupakan tahun dengan suhu panas tertinggi sejak 2015, dimana hal tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat dunia untuk lebih menjaga bumi dari perubahan iklim. Karenanya PBB kemudian mengeluarkan sebuah peringatan kepada penduduk bumi, bahwa kurang dari 10 tahun untuk melakukan mitigasi bencana terbesar yang dapat disebabkan oleh pemanasan global.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka para anggota PBB kemudian sepakat untuk bersama-sama mendorong negara-negara meningkatkan target pengurangan gas rumah kaca.

Setidaknya ada beberapa masalah yang akan dihadapi dunia ketika pemanasan global tak terkendali. Dalam film ini Damon mencoba mencari solusinya pada beberapa negara yang dikunjunginya. Masalah pertama yaitu energi listrik, dan Bangladesh menjadi percontohan dengan sistem Microgridnya sebagai salah satu yang terbesar didunia. 

Sistem ini merupakan rangkaian pengguna listrik tenaga surya yang dapat saling berhubungan setiap rumah. Sebuah rumah yang memiliki panel surya dan baterei, dapat menyimpan, membeli dan menjual listrik pada rumah lain, dengan bantuan sebuah alat kecil. Neel Tamhane adalah seorang lelaki keren Bangladesh yang membantu masyarakat menyelesaikan masalah listrik, dengan sistem Microgrid.

Alih-alih membangun grid besar atau PLTS terpusat skala besar, membangun grid dari bawah keatas atau sistem dari rumah, dapat lebih membantu ekonomi masyarakat. Masyarakat hanya perlue mengeluarkan uamg sekali untuk membeli peralatan, setelah itu mereka dapat menghasilkan uang dengan alat itu.

Wow, itu kata pertama yang dihasilkan pikiranku ketika menonton bagian awal dari film ini. Tentu saja ini penemuan besar, yang kalau digunakan dapat menyelesaikan permasalahan listrik mahal di negara ini. Saya dan seorang teman, dahulu pernah membincangkan bahwa masyarakat dapat menghasilkan sendiri listrik kemudian dijual untuk kebutuhan rumah tangga.

Tapi bukam sistem seperti ini yang kami maksudkan. Kami sedang membicarakan bagaimana mengolah sampah menjadi listrik, kemudian dijual dan hasilnya dapat digunakan untuk merawat dan mengelola alat pembangkit listrik yang ramah lingkungan.

Saya kemudian membayangkan, apabila sistem Microgrid terkoneksi keseluruh negara, maka masyarakat kecil akan mampu menjual listrik ke perusahaan besar. Mungkin ini takkan berlaku setahun penuh, karena masih harus berhadapan dengan musim penghujan yang terjadi dalam beberapa bulan.

Saya juga membayangkan, ada berapa pembangkit listrik besar yang kemudian istrahat atau berhenti bekerja. Mereka akan menghemat penggunaan solar, batu bara dan bahan bakar lain untuk kebutuhan mesin-mesinnya, dan rakyat tak perlu mengeluh karena ada pengumuman kenaikan tarif listrik yang datang tiba-tiba.

Sepertinya saya harus menonton film ini sampai akhir untuk melanjutkan ceritaku. Saat ini saya masih berada pada menit 14.03, artinya saya masih berada pada bagian awal. Tentu masih banyak hal menarik dalam film berdurasi 1.31.43 ini, semoga kita dapat peroleh banyak manfaat darinya.

Saya teringat ucapan Damon dibagian awal tadi. "Bumi adalah rumah kita bersama, tapi kita sebenarnya hanya sedang menyewanya dari generasi masa depan. Jadi kita jangan hanya mengurangi emisi dengan cepat, tapi harus mampu menemukan cara untuk dapat menarik kelebihan karbon dioksida untuk dimasukan kedalam sistem dibumi. Banyak ilmuwan percaya, apabila karbon yang terperangkap di atmosfer dapat turun sampai 350 ppm, kita akan dapat menghindari bencana besar dari pemanasan global.

Dapatkan informasi terbaru tentang oemanasan global dan isu terbaru di https://whatsyour2040.com/